Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
INTELMEDIA.CO KABUPATEN BEKASI - Peringati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018, Jumat (9/2) menjadi momen penting bagi Ikatan wartawan online (IWO)...
Minggu, 10 Desember 2017
...
12 Maret 2018 | Dibaca: 157 Kali
POLISI HARUS TEGAS DAN SEGERA MENANGKAP PELAKU
AKTIVIS ANTI KORUPSI TOBASA DI ANIAYA DI DEPAN ANAK DAN ISTERI

Saat melakukan konfrensi pers

Intelmedia.co SUMUT-TOBASA Senin(12/03/2018) Beberapa waktu lalu, Rudi Mangatas Napitupulu (41), seorang aktivis anti korupsi di Kabupaten Tobasa dianiaya preman berinisial BN, namun hingga Minggu, (11/3/2018) kemarin pelaku belum ditangkap Polisi.

Padahal Rudi telah membuat laporan pengaduan ke Mako Polres Tobasa pada Kamis 7 Maret usai dianiaya sekitar pukul 00.00 WIB lalu bersama kuasa hukumnya, Boy Raja Marpaung. Beberapa hari sebelumnya, Rudi juga telah didatangi sejumlah petinggi di Tobasa. Dia diminta agar tidak melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat 9 Maret 2018 yang mendorong aparat penegak hukum menyelesaikan penyelidikannya terhadap kasus korupsi di kabupaten tersebut di depan Kantor Kejari Balige. "Dari kemarin sudah datang utusan-utusan yang menjadi perantara meminta agar unjukrasa dibatalkan.

 Saya tidak tahu siapa yang memerintahkan mereka untuk meminta saya menurunkan reli tersebut. Faktanya adalah, hanya satu hari setelah saya menolak permintaan kedua orang tersebut, tiga penyerang tak dikenal menyiksa saya di depan istri dan anak-anak saya di rumah saya, "kata Mangatas,"sebutnya saat di Tobasa, Minggu (11/3/2018). Selain itu, beberapa pihak yang me-lobby agar aksi dihentikan termasuk Camat Parmaksian, Paimin Butarbutar pada Rabu,(7/3/2018) kemarin ke awak media Rudi memberitahu bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu yang ingin mencoba menghentikan aksi damai mereka. Ketika dikonfirmasi, Camat Parmaksian Paimin Butarbutar membenarkan dirinya menemui Rudi Napitupulu di kediamannya di Desa Tangga Batu I.

Paimin beralasan agar ketika ulang tahun Tobasa yang ke-19 pada (9/3/2018) nanti tidak terganggu, padahal aksi dilakukan di Balige bukan di Kecamatan Parmaksian. Dia membantah meminta FPT untuk membatalkan aksi anti korupsi yang berlangsung pada 9 Maret kemarin. Namun, katanya agar aksi ditunda tanggal pelaksanaanya. Ditanya wewenangnya meminta menunda aksi, tidak banyak dijawabnya. Katanya dia hanya berinisiatif mengharapkan pembatalan. Padahal siapa saja yang ingin menyatakan pendapat di muka umum dijamin serta dilindungi UUD 1945. Sehari kemudian, insiden penganiayaan pun terjadi.

Pada pergantian hari tepatnya Kamis pukul 00.00 WIB Dini Hari, Rudi dipukuli di rumahnya. Hujatan dan pukulan dia terima bertubi-tubi di depan anak dan istri. Intelmedia.co Sumut-Tobasa (SMH)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com