Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
08 Agustus 2018 | Dibaca: 66 Kali
“Dinilai Tidak Profesional, Juri RI Banyak di Protes Peserta Kicman”
ANNIVERSARY TENGKULAK BC DIWARNAI AKSI PROTES KICAU MANIA

Foto INTELMEDIA.CO/ Kisrus Saat Kontes Burung Berlangsung

INTELMEDIA.CO KABUPATEN BEKASI - Ajang kontes burung berkicau yang di selenggarakan oleh Tengkulak Bird Club yang digelar di lapangan perum Grama Puri Cikarang Jati, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, banyak menuai aksi protes dari peserta kicau mania, Pasalnya ajang kontes burung berkicau tersebut guna memperingati Anniversary Tengkulak Bird Club untuk kedua kalinya sehingga peserta yang hadir cukup banyak.

Dalam npenyelenggaraan event tersebut dihadiri oleh banyak peserta yang datang jauh dari luar daerah kabupaten bekasi, peserta yang datang hingga mencapai
ratusan bahkan hampir mencapai ribuan peserta untuk mengikuti ajang kontes burung berkicau memperebutkan satu unit motor dan 7 ekor kambing serta doorprise yang telah disiapkan oleh tim panitia selaku penyelenggara, terlihat dari banyaknya jumlah tiket yang laku terjual hingga mencapai 1120 tiket, minggu (5/8/18).

Namun sangat disayangkan ajang event tersebut tercoreng lantaran juri yang bertugas tidak bekerja dengan baik dan tidak profesional layaknya juri amatiran sehingga banyak menuai aksi protes dari peserta kicau mania,seperti halnya yang diutarakan oleh Yasep salah satu peserta yang kecewa dan melakukan aksi protes karena dirinya  merasa sangat dirugikan oleh sikap Mora selaku juri RI yang pada saat itu bertugas memantau burungnya tiba tiba pergi begitu saja meninggalkan burung miliknya, padahal saat itu burung miliknya itu sedang ngekek (bunyi-red) namun tidak dipantau dan dihitung oleh Mora, karena juri beranggapan Greenday merupakan burung konslet sehingga juri tidak menghitung dan memberikan nilai serta bendera, paparnya.

Ini kan sesionnya bebas aksi, lanjut Yasep, " Terus kenapa juri bilang burung saya konslet dan jurinya malah ninggalin burung saya", gima kita gak panas lihat sikap juri seperti itu, biasanya juga  burung saya Greenday itu durasinya memang panjang,bahkan peserta yang lain juga sudah pada tau semua, burung saya sekali ngekek ajah biasanya bisa mendapatkan 4 bendera merah dan satu bendera biru bahkan bisa lebih, tuturnya kepada INTELMEDIA.CO

Sementara itu, Heri salah satu peserta yang juga merasa dirugikan oleh salah satu juri RI yang bertugas pada event Anniversary 2 tengkulak BC tersebut sempat geram melihat juri yang bertugas disana, karena menurutnya juri yang ditugaskan disana itu bukan seperti juri yang profesional dan berpengalaman, terlihat dari banyaknya peserta yang pada protes karena merasa dirugikan oleh keputusan juri yang tidak menilai secara objektif.

Justru,masih menurut Heri, adanya kericuhan dengan juri yg memberi nilai di duga adanya burung titipan oleh salah satu oknum juri, bisa saja  orang yg dekat dengan salah satu tim juri, saya sendiri beranggapan bahwa pada sesi penilaian saja tim juri tidak akurat dalam memberi penilaian sehingga banyak merugikan peserta lomba, khusunya pada sesi love bird baik di kelas pemula ataupun dewasa, bebernya.

Semntara itu Nana Otong selaku ketua Dpc bekasi sekaligus divisi penjurian Rajawali Indonesia (RI) beranggapan bahwa tim juri sudah bekerja semaksimal mungkin dalam memberikan penilaian, "Ya itu cuma mis komunikasi saja antara ip dan juri ,karena pada sesion di kelas itu saya juga ada dilokasi, untuk burung nomer 55 tadi itu yang seharusnya di pantau ip tapi ip nya malah mantau burung nomer 57 dan 58 dan burung nomer 55 itu burung deres atau disebut konslet,untuk itu pemantauannya juga harus khusus,karena burungnya sangat deres dan jedanya juga cuma 3 sampai 4 detik,kita tau karena dia sering main di RI dan dia juga sudah paham,papar Nana Otong.

Mengenai adanya komplain atau protes dari peserta itu cuma protes biasa dan masih tahap wajar,dan saya lihat cuma di kelas Ijo dan Kenari saja, dan akhirnya mereka juga menerima keputusan tim juri RI, "Namanya juga manusia tidak luput dari kesalahan, ketika kita bikin event besar artinya segala konsekuensinya sudah harus siap segala hal baik itu dari EO dan juga dari tim jurinya sendiri ", dalam hal ini saya bukan untuk membela tim juri tapi saya melihat fakta  dilapangan seperti apa, kinerja juri dan kicau mania dilapangan pain pain ajah dan tidak ada masalah dengan keputusan tim juri.pungkasnya (red)


 

INTELMEDIA.CO BIRO KABUPATEN BEKASI

ANWAR UBAN

 

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com