CIANJUR INTELMEDIA.CO -Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mazelis Dzikir dan Solawat (Mazolat) Kabupaten Cianjur menggelar aksi gaungkan 'Solawat...
CIANJUR INTELMEDIA.CO -  Telah di buka maranggi dan ayam bakar GUNTUR. Enak dan lejat juga halal, yang beralamat di Jln Siliwangi Cianjur - Gg,...
Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
31 Januari 2019 | Dibaca: 250 Kali
ASS I PEMPROV SULUT CIPTAKAN PETA KONFLIK DI DUGA LECEHKAN IKISST SULUT

IntelMedia.co SULUT kamis 31/01/2019 Sebagai seorang Pamong,, Edison Humiang yang juga adalah Asisten I Pemprov. Sulut dan Birokrat asal Nusa Utara mestinya mampu mewadahi dan menfasilitasi tapi juga merangkul dan berperan menciptakan kebersamaan, persatuan dan kesatuan sesama warga khususnya dan diantara sesama Ormas asal Nusa Utara agar solid, utuh dan bersatu sepertinya, jauh panggang dari api. Bersatu saja sudah sangat sulit malah dibuat semakin runyam oleh seorang Edison Humiang, bagaimana tidak, kerinduan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk mewadahi sekaligus memberikan perhatian yang sungguh agar semua ormas asal Nusa Utara bersatu, dimentahkan mantan Sekda Bitung yang kini menjabat posisi Asisten II Setdaprov bahkan diduga mendompleng popularitas melalui rencana hajatan akbar Pesta Adat Tulude yang di inisiasi Pemprov. Sulut melalui Keputusan Gubernur terkait pembentukan panitia pelaksana kolaborasi tiga Ormas masing-masing DPP IKISST, BAMUKISST dan MUKAT diduga dimanfaatkan Humiang untuk pencitraan dirinya. Humiang juga dinilai oleh Max Lantu sebagai seorang pejabat yang diduga melakukan tindakan pembangkangan (Subordinasi) terhadap kebijakan Gubernur sebagai atasannya. Keinginan baik sang Gubernur untuk membuat masyarakat bersatu dalam mendukung dan mensukseskan program Pemerintah Propinsi dan dalam menengok agenda politik ditahun 2020 yaitu suksesi pemilihan Gubernur arahnya berlawanan dengan maksud dan tujuan orang nomor satu di Sulawesi Utara itu. Tapi bisa jadi Humiang sengaja menciptakan peta konflik antar warga Nusa Utara maupun dengan Ormas lainnya agar menjadi tercerai-berai kebersamaannya, yang selama ini sudah terjalin baik dengan Pemerintah Propinsi berpotensi, menjadi renggang alias tak mulus lagi karena ulah mantan Kasat Pol PP yang juga diduga dengan segala sepak-terjangnya telah memicu resistensi dikalangan ASN dan sesama pejabat dilingkungan Pemprov. Sulut tapi lebih dari itu diduga ada upaya sistimatis membenturkan ormas tertentu dengan Gubernur, Wagub atau pun Sekprov yang nota bene warga Nusa Utara, karena itu menurut Lantu Pejabat atau bawahan seperti itu sebaiknya tidak lagi dipertahankan karena cenderung menimbulkan massalah bahkan terkesan berseberangan dengan keinginan dan kemauan penguasa daerah. Sementara itu Max Lantu dalam pernyataannya kepada awak media Intel Online mengingatkan Humiang, bahwa sebagai seorang pejabat publik harus menunjukan sikap keteladanan dalam berucap dan bertindak agar tidak menimbulkan ketersinggungan terhadap yang lain, menghargai serta menghormati martabat dan derajat orang lain didepan umum adalah sebuah gambaran manusia yang berakhlak, bertata-krama dan berbudi luhur ketimbang, bermegah diri pada sebuah status dan jabatan yang sifatnya sementara, tapi juga dieksploitasi untuk sebuah gengsi dan kehormatan pribadi . IKISST Sulut baik semasa dikomandani Almarhum Drs. Agustinus Tahendung telah berkontribusi nyata bagi pemenangan OD-SK demikian pula ketika IKISST dibawah kepemimpinan Prof. DR. Urbanus Naharia, MSi jauh sebelum Bamukist terbentuk telah menyampaikan komitmen tapi juga dukungan secara langsung kepada Gubernur Sulut bahwa DPP IKISST Siap mensukseskan pemilihan Gubernur tahun 2020. Sementara disisi lain secara moral IKISST juga memberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Gubernur Olly Dondokambey dan Sekertaris Propinsi Sulawesi Utara Bpk Edwin Silangen, SE, MSi yang telah membantu dan menfasilitasi kegiatan IKISST beberapa waktu lalu hingga berlangsung sukses karena berkat perhatian Gubernur. Tapi, sebaliknya Humiang sepertinya tak berpadanan dengan yang dipikirkan pimpinannya, Gubernur saja begitu menghormati seorang Ketua DPP IKISST demikian sebaliknya dengan Prof. Naharia akan tetapi hal itu sepertinya tak berlaku buat seorang Humiang. Humiang ketika mewakili Gubernur membawakan sambutan Beliau pada ibadah pemakaman Ibunda Stenly Patimbano di, awal sambutannya, semua tokoh penting sudah disebutnya Tapi ada tokoh penting lainnya yang hadir saat itu tidak disebutkannya padahal yang bersangkutan ada tepat didepan matanya tapi juga tokoh muda Nusa Utara, Guru Besar Profesor lagi dan Peneliti senior Universitas Negeri Manado siapa lagi kalau bukan Ketua Umum DPP IKISST Prof. Naharia, tindakan tersebut menurut Lantu bukan hanya sekedar tidak menghargai seseorang melainkan lebih dari itu adalah merupakan sebuah sikap yang melecehkan, apalagi kalau dia seorang pimpinan ormas besar, ada apa dengannya ? tanya Lantu Sementara Humiang membantah sinyalemen sementara pihak yang menudingnya melecehkan Ketua Umum DPP IKISST Prof. Naharia, Humiang mengatakan tanya saja sama Pak Ketua IKISST kalo saya melecehkan beliau saat ditanya lebih jauh, mengapa dalam sambutan mewakili Gubernur pada ibadah pemakaman Almarhumah, Ibunda dari Sekertaris umum DPP IKISST Stenly Patimbano, SH yang juga Kabid Laut, Dinas Perhubungan Propinsi Sulut, anda tidak menyebut nama pimpinan IKISST ? Humiang berkilah, waktu saya sambutan beliau red (Prof. Naharia) belum datang padahal pada kenyataan Ketua DPP IKISST itu telah hadir jauh sebelum kedatangannya dirumah duka," ujar Edward Katiandagho. Lebih lanjut Humiang dalam tanggapannya Via Whatsapp menuturkan bahwa sebelumnya torang (dialeg) Manado ada berkomunikasi bagus-bagus......kong mo bilang kita melecehkan, dia juga menjelaskan ketika saya dikasih oleh Pak Stanley Patimbano list atau daftar nda ada ketua IKISST....jadi kawan jangan terlalu gegabah bilang kita salah," ucap Humiang. Namun persoalannya tak hanya berhenti sampai disitu, menurut Max Lantu tanggapan seorang Humiang hanya sebatas pembelaan diri agar dikira orang dia sama sekali tak berniat melakukan hal sebagaimana yang dituduhkan kepadanya, itu hanya sekedar kedok yang bersembunyi dibalik fakta sebenarnya bahwa pada hakekatnya diduga ada upaya sistimatis mengkerdilkan Ormas lain dan sengaja menciptakan peta konflik untuk tujuan dan kepentingannya dalam memuluskan ambisinya menjadi org nomor dua bahkan orang nomor satu didaerah tertentu dan kemudian Gubernur di nomor dua-kan demi mewujudkan mimpinya itu," tandas Lantu. ( johny lalonsang)

Intelmedia.co SULUT

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com