Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
02 Mei 2017 | Dibaca: 362 Kali
BIADAPNYA PERILAKU SEORANG NENEK YANG MENGANIAYA CUCUNYA HINGGA TEWAS.

Dokumentasi Pelaku Pembunuhan tersebut dan jenazah korban.

Intelmedia.co Penyambungan-sumut (02/05/2017)Balita yang kerap di panggil Melodi yang baru memasuki usia 3 Tahun ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di tangan sang nenek nya sendiri,yang selama ini tinggal di rumah sang nenek yang bernama Sriwaty (43), di Desa Ampung Padang, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Melodi yang kerap mendapatkan penyiksaan bertubi-tubi akhirnya Senin (01/05/2017) menghembuskan nafas terakhirnya. "salah seorang warga yang menyaksikan mengungkapkan penyiksaan itu dilakukan sang nenek menggunakan sapu lidi takala anak balita malang itu menangis"ujar salah seorang warga yang tak jauh rumahnya dari rumah korban. Sedangkan, dokter Puskemas Muara Soma yang sempat menangani korban, "banyak luka lebam pada tubuh korban dengan beragam ukuran. Tak hanya itu, pada tangan sebelah kiri korban juga didapati luka gigitan.korban juga sempat dirawat dan kami infus di puskesmas kami ini"Dokter puskesmas tersebut memberi keterangan ke wartawan Intelmedia. "Tadinya saya juga sempat menyampaikan kepada Ompungnya(TSK),Untuk dirujuk kerumah sakit umum saja tapi dia menolak.Soalnya Luka di tubuhnya banyak ada di pantat, paha sama muka.luka juga ada di sebabkan oleh benda tumpul.karena itu dibawa kemari supaya dirujuk ke Medan,” ujarnya yang didampingi Kepala Puskemas Muara Soma, dr Febrina. Tubuh Melodi yang sudah dalam peti tiba di RSUD Panyabungan. Akan tetapi, peti yang berisi tubuh berukuran 1 Meter itu tak kunjung dibuka dengan alasan untuk secepatnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan dalam tahap uji forensik informasi yang diproleh wartawan Intelmedia.co yang bertugas di penyambungan. Bocah tersebut si Melodi merupakan anak pasangan dari Ripah (20) warga Medan dan Upik anak dari Sriwaty (TSK) yang keduanya sudah bercerai dalam setahun terakhir ini. Kapolres Madina AKBP Rudi Rifani menjelaskan, pada pukul 09.00 WIB pagi korban dibawa ke Puskesmas dalam kondisi sudah tidak berdaya, dan masih sempat mendapat perawatan. Akan tetapi, beberapa saat kemudian korban tidak lagi tertolong hingga menghembuskan nafas terakhir. “Ini yang kita duga, pelakunya penganiayaan neneknya sendiri. Itulah untuk menentukan penyebab kematian bocah tersebut kita bawa ke Medan untuk pemeriksaan forensik". ujar Kapolres Madina yang berpangkat AKBP, kapolres Madina-SUMUT juga menerangkan pihaknya telah mengamankan pelaku untuk mencegah sang nenek agar tidak melarikan diri dan sementara ini orangtua korban masih dalam pelacakan oleh pihak kepolisian dan keluarga korban ke alamat yang di berikan keluarga sang korban yang mengatakan orang tua korban di Kota Medan.Intelmedia.co Penyambungan-sumut (SMH) Info berita ini dari wartawan Intelmedia.co yang berada di penyambungan-sumut (RMS).

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com