Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
14 April 2018 | Dibaca: 273 Kali
Kades Talaga tidak melakukan keteranparan terhadap masyarakat
Dugaan keras kades Talaga melakukan korupsi kec Caringin kab Sukabumi

Sukabumi_intelmedia .co Dugaan Korupdi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dialamatkan pada sosok kepada Desa Talaga Kec Caringin Sukabumi Aep Saefuloh Usai,agaknya perlu menjadi pekerjaan rumah bagi penegak hukum,pasalnya oknum kades ini telah membuat sejumlah pihak berang akibat ulah yang telah melakukan dugaan pembohongan pada masyarakat dalam penyerapan anggaran di pemerintahanya dengan dugaan mark up dan fiktif dalam pengalokasian keuangan desa.

Dugaan praktek kotor terhadap kinerja Aep sebagai nomor satu di Desa Talaga oleh sejumlah masyarakat membongkar akan kebobrokan dalam penyerapan anggaran desa pada tahun 2016.

Hal inipun menjadi komsumsi berbagai media,setelah menjadi bak selebritis di media dengan tudingan dugaan penyalagunaan jabatan, kades yang satu ini pun kasak kusuk cari bantuan seperti dari pengurus Abdesi,namun belum jelas apa tujuannya untuk meminta Abdesi turut serta dalam persoalan tersebut.

Ironisnya Pihak Polres dan Kejaksaan Negeri Sukabumi Jawa Barat kabarnya sudah perna menyentuh dugaan korupsi tersebut,namun tidak jelas hasilnya dan kabar yang berkembang bahwa kasus tersebut sudah di selesaikan secara kekeluargaan baik di polres maupun di Kejaksaan.

Soal penyelesaian itupun di akui oleh Aep Saefuloh pada Lembaga Komunitas Pengawas Korupai dan wartawan kantornya beberapa waktu lalu.namun Aep tidak merinci arti penyesaian tersebut.

“Dalam kasus ini saya sudah di periksa di tipikor polres Sukabumi dan juga di kejaksaan dan saat itu sudah selesai, kenapa muncul lagi,apakah pelapor belum puas,jadi saya kira sudah selesai” terangnya dengan nada hati_hati.

Sinyal bahwa adanya dugaan suap terhadap penegak hukum dalam kasus yang di alamatkan pada sang kades ini terungkap juga di lingkungan kejaksaan Sukabumi.

“Kalau tidak salah ,kasus ini sudah perna di tangani, namun demikian atas kedatangan bapak_bapak dari lembaga KPK,kasus ini akan kami tindaklanjuti kembali” Jawabnya pada tim L KPK.

Untuk di ketahui,Dugaan praktik korupsi pada Aep Saefullah kepala Desa Talaga Kec Caringin Kab Sukabumi.

Tudingan perampasan yang bukan haknya yang ditudukan oleh warga Talaga,dimana Aep disinyalir melakukan korupsi dalam anggaran pendapatan dan belanja Desa TA 2016,bahkan dokumen dan laporan tersebut sempat ke meja penyidik di kejaksaan Kabupaten Sukabumi.

Namun sayang,berkas dugaan korupsi yang di laporkan oleh Lembaga KPK DPC Sukabumi tersebut terkesan di petieskan dan diduga oknum kejaksaan telah menerima suap dari kades tersebut.

Dugaan suap antara Kades dengan oknum kejaksaan di Kajari Sukabumi dengan tujuan untuk menghentikan penyidikan atau pengembangan kasus tersebut,dihadapan tim Lembaga KPK pihak kejaksaan meminta untuk memuat membuat surat pengantar 

Tudingan dugaan penyalahgunaan jabatan, sumber membeberkan lewat dokumen tertulis yang diserahkan pada wartawan dan Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) Sukabumi.

Dalam dokumen tersebut di beberkan,Kades Aep Seafulloh di tuding mengalokasikan anggaran desa secara fiktif dan Mark Up dalam pada tahun anggaran 2016.

Dan sumber memprediksi kerugian mencapai Rp.486.326.096 selama tahun 2016.

Aep Saefulloh ketika di konfirmasi di kantornya 5/04 mengakui bahwa dirinya sudah perna diperiksa penegak hukum terkait laporan masyarakat yang menuduh dirinya melakukan korupsi, seraya mengatakan bahwa dirinya merasa sudah selesai.

Ketika di pertegas apa maksud “sudah selesai” Aep terlihat bingung memberikan menjawaban dengan mimik wajah pucat pasih dan keringat dingin.

“Saya pikir masalah ini sudah selesai,mungkin yang memberikan laporan ini belum puas kali ” terang Aep kepada tim Lembaga KPK ,Intelmedia.co dan zonadinamika.com. metro republik.com.

Aep mengatakan soal tuduhan pos Yandu fiktif,dirinya mengatakan bahwa itu tidak benar dan ada fisiknya,sama halnya dengan jalan,jalan tersebut sudah di kerjakan,adapun tandatangan a/n warga itu fiktif.terang Aep.(tim)

 

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com