CIANJUR, INTELMEDIA.CO - Head kios Bess finance Deden Risman (35) usai metting dengan staff dan jajarannya, telah memberikan solusi dan kesempatan...
CIANJUR INTELMEDIA.CO - Brotherhood 1%MC mengadakan acara bakti sosial. [Toleran&Charity] sangat Banyak dihadiri oleh club motor lainnya juga,...
CIANJUR INTELMEDIA.CO - Dedi Mulyadi Kepala Desa Wargasari, Kec. kadupandak Kab. cianjur selalu aktiv mendukung setiap penyelenggaraan bantuan....
13 Juli 2019 | Dibaca: 88 Kali
DUGAAN KORUPSI DANA BENCANA BANJIR KOTA MANADO 2014 MENANTI KESERIUSAN KEJAGUNG DALAM MENANGANI MASALAH INI

Intelmedia.co SULUT-MANADO Minggu,13/07/2019 Bencana banjir bandang yang memporak-porandakan beberapa wilayah kota manado 15 Februari 2014 menimbulkan jumlah kerugian yang tidak sedikit, ditaksir mencapai angka triliunan rupiah. Kerugian itu baik yang bersifat materi, fisik maupun phsykis berupa, harta-benda, korban jiwa, luka berat dan ringan tapi juga trauma berkepanjangan yang dialami korban bencana banjir tidak hanya membuat Sulawesi Utara meratap, tapi juga masyarakat Indonesia ikut bersedih dan menangis atas peristiwa bencana alam yang sempat membuat sejumlah pertokoan dan pusat perbelanjaan tutup akibat banjir sehingga berimbas pada terhentinya denyut dan nadi serta perputaran roda perekonomian kota manado Peristiwa banjir bandang tidak hanya sekedar berdampak pada persoalan sosial ekonomi warga dikarenakan sejumlah fasilitas publik, rumah-rumah warga yang rusak berat dan hanyut tersapu banjir tapi lebih dari itu sambil masih menyisahkan kesedihan dan duka yang mendalam seta berkepanjangan ketika semua yang dimiliki hilang terbawa banjir. Duka dan kesedihan berangsur-angsur pulih seiring mengalirnya bantuan dari warga bangsa yang bersimpati dan menyatakan kepedulian, membantu korban bencana banjir yang telah kehilangan segala-galanya, berupa kebutuhan sehari-hari seperti makan minun dan kebutuhan lainnya. . Ketulusan dan keikhlasan warga Sulut khususnya dalam membantu sesama dilakukan tanpa melihat asal-usul, golongan maupun agama, bantuan kepada korban bencana banjir dilakukan dengan penuh ketulusan menjadi perenungan buat kita semua bahwa dalam hal berbagi merupakan kewajiban disaat melihat sesama anak bangsa mengalami tragedi bencana alam, merengut nyawa, harta benda dan ribuan korban bencana yang tidak memiliki apa-apa lagi. Belakangan masyarakat korban banjir dibuat berbunga-bunga dengan datangnya berita menggembirakan seputar bantuan Pemerintah Pusat berbandrol ratusan Milyar rupiah lebih yang diperuntukan bagi rehabilitasi dan rekonstruksi perkotaan senilai150 Milyar rupiah lebih, bantuan pembangunan perumahan bagi eks korban banjir bandang dan bantuan tunai, masih menyisahkan sejumlah persoalan. Bantuan yang ditujukan buat mereka yang ditimpah bencana banjir diduga tidak adil dan merata bahkan bahkan yang jelas-jelas mengalami bencana sama sekali tak pernah menerima sentuhan bantuan pemerintah, sementara pembangunan perumahan dibilangan kelurahan Pandu tersendat-sendat. Berdasarkan informasi yang diterimah redaksi tak kunjung tuntasnya pembangunan perumahan untuk relokasi warga korban banjir lebih dikarenakan kehabisan dana. Sementara rehabilitasi dan rekonstruksi perkotaan hasilnya diduga tidak sesuai nilai kontrak pekerjaan. Terkait hal tersebut salah satu aktifis angkat bicara, menurutnya Kejagung harus mengusut dan menyelidiki siapa-siapa saja yang diduga terlibat termasuk memintai keterangan kepada mantan Penjabat Walikota Manado berinisial RR, kontraktor rehabilitasi dan rekonstruksi perkotaan pasca bencana banjir berinisial RD, LD dan AK. Kejagung diminta transparan untuk mengungkap siapa-siapa saja yang diduga terlibat serta tidak ada tebang pilih dalam proses hukum yang kini tengah berlangsung di Kejagung," tandas salah-satu aktifis yang meminta redaksi menyembunyikan namanya. Menurutnya bencana banjir bandang yang menerjang kota manado adalah persoalan kemanusiaan sehingga tak ada kata main-main terhadap penanganan korban banjir, rehabilitasi dan rekonstruksi perkotaan, pembangunan perumahan dan bantuan tunai buat korban banjir tak boleh ada sepeser pun dana bantuan pemerintah pusat dipreteli karena bencana alam juga terkait dengan persoalan kemanusiaan sehingga kalau ada pihak-pihak yang diduga mengkorupsi dana bantuan sebagaimana dimaksud harus dikenakan pasal tuduhan berlapis dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup dan atau pidana mati," tandasnya.(jhony Lalonsang)

INTELMEDIA.CO (SMH)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com