Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
20 Agustus 2016 | Dibaca: 2497 Kali
Firdaus Oiwobo Gadai Motor Demi Besarkan Organisasi

Firdaus Oiwobo, Ketum LSM KPK sekaligus Pimpinan Umum/Redaksi Intelmedia.co

Jakarta,Intelmedia.co- Suka duka M.Firdaus Oiwobo, SH, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat  Komunitas Pengawas Korupsi (LSM KPK), tidak dengan serta merta dalam membesarkan organisasi, semua di jalani dengan perjuangan yang terbilang menyedihkan dan dimulai dari bawah.

Tujuh tahun silam, pria kelahiran Jakarta tahun 1976 ini bukanlah siapa-siapa, kancahnya dalam berorganisasi itu dimulai di organisasi Laskar Merah Putih (LMP) besutan Almarhum Edy Hartawan.

Bahkan waktunya pun di habiskan di Markas Dewan Pimpinan Pusat Laskar Merah Putih (DPP LMP), Jalan Petojo, Jakarta Pusat. Berikut ini penuturan  M.Firdaus Oiwobo, Ketua Umum LSM KPK yang juga Pimpinan Umum sekaligus Pemimpin Redaksi Intelmedia.co.

Siapa dan bagaimana M.Firdaus di lingkungan DPP LMP. Pria ini memang tidaklah mempunyai jabatan penting di DPP LMP, namun  diam-diam pria ini mengidolakan kepemimpinan Alm.Edy Hartawan.

Berbekal rajin dan cekatan, tak jarang setiap tamu yang berkunjung ke DPP LMP, dirinya selalu menyuguhkan hidangan makanan maupun sekedar membuatkan kopi kepada para tamu baik dari pusat maupun daerah.

Karena rajin dan cekatan itulah Almarhum Edy Hartawan sebagai Ketua Umum sangatlah perhatian kepada dirinya sehingga mempunyai nilai plus dari Ketua Umum. Suatu ketika kenang M.Firdaus saat itu, dirinya di panggil oleh Ketua Umum untuk menghadap tentu membuat Firdaus sangatlah senang. Terbesit di dalam hatinya saat itu mendapatkan perintah yang harus di jalani, ketika Firdaus menghadap Ketua Umum dirinya hanya di suruh  membeli sebungkus rokok. Dan itu dijalani Firdaus, hampir setiap hari Ketua Umum itu memanggil Firdaus untuk sekedar membelikan sebungkus rokok dan membuatkan kopi.

Di mata M.Firdaus sosok Almarhum Edy Hartawan adalah figur Pembela Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bahkan perjuangannya dalam membela kedaulatan bangsa tidak kenal lelah.

Dua minggu sebelum wafatnya Ketua Umum, M.Firdaus diperintahkan ikut dalam satu mobil dan ditemani Udin supir setia Almarhum Edy Hartawan. Di dalam mobil itu M.Firdaus mendapat  nasehat, saran serta marah dari Almarhum yang sangat keras. Pesan Almarhum kepada Firdaus kelak harus menjadi seorang pemimpin,” Kau harus dapat berubah, aku tidak mau lihat kamu seperti ini, ternyata itu pendidikan terakhir dari Almarhum kepada saya” Kenang Firdaus yang juga pemilik Intelmedia.co

Ironisnya setelah Almarhum Edy Hartawan mengetahui bahwa M.Firdaus di asuh oleh Ivo Nalakresna (Ibu dari Astri Ivo dan Ozy Saputra) betapa terkejutnya Ketua Umum, karena Almarhum Edy Hartawan pun sama diasuh oleh Ivo Nalakresna. Disitulah Ketua Umum mengatakan kepada Firdaus, “Lo itu adik gue, kenapa tidak bicara dari awal,”tiru Firdaus  

Tinggal Di Bioskop Tua Milik Dewi Yull

Sebelum meninggal dunia Almarhum Edy Hartawan pun menitipkan Firdaus, di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Ia pun tinggal di gedung tua (bioskop Kartini)  milik artis ternama Dewi Yull tepatnya di pusat Kota Tangerang.

Namun betapa terpukulnya setelah Firdaus mendengar kabar bahwa Ketua Umum DPP LMP meninggal dunia untuk menghadap sang Khalik. Pasca wafatnya Ketua Umum, dengan bermodalkan motor honda astrea dirinya mencari pekerjaan namun tidak di dapat.

Beredar kabar bahwa LMP Kota Tangerang saat itu belum mempunyai seorang pemimpin,  oleh Jaya Supena Ketua LMP Provinsi Banten, Firdaus di minta untuk memegang tampuk kepemimpinan di Kota Tangerang.  Bahkan Firdaus pun di minta untuk mempersiapkan segala administrasinya oleh Ketua Provinsi itu. Dengan rasa kebingungan akhirnya Firdaus melirik sepeda motor milik kesayangannya satu-satunya. Dengan berat hati akhirnya Firdaus memutuskan untuk menggadaikan motor tersebut agar dapat memenuhi syarat administrasi untuk Atribut dan Surat Keputusan  yang diminta oleh Ketua Provinsi Banten itu.

 Setelah administrasi sudah di jalankan tak lama kemudian Surat Keputusan (SK) untuk dirinya keluar, secara de facto maka Firdaus memegang tapuk kepemimpinan LMP di Kota Tangerang. Dengan beranggotan lima orang saat itu, Firdaus terus merintis LMP di Kota Tangerang dengan penuh keprihatinan.

Di eks bioskop Kartini  yang sudah usang dan tua ini Firdaus menitik karirnya dalam berorganisasi. Bahkan eks bioskop itupun dijadikan markas LMP Kota Tangerang saat itu. Bukanlah hal mudah untuk bermarkas dan tinggal di gedung tua bekas bioskop itu, karena tidak sedikit para pemulung yang tinggal di area gedung itu. Namun, semangat Firdaus tidak pernah luntuk dalam membesarkan organisasi.

Bermodalkan lampu 5 watt, kelambu dan tempat tidur yang di skat dengan triplek Firdaus tidur dengan apa adanya. Yang paling menyedihkan ketika hujan turun terus menerus tempatnya tidur dan berkantor kebanjiran. Apalgi jika hujan dari malam hingga subuh sudah dipastikan Firdaus tidak bisa tidur dan terpaksa dirinya harus tidur dan duduk di atas tumpukan kardus. Bila hujan reda paginya Firdaus pun harus bekerja ekstra untuk membersihkan serta menguras air banjir yang menggenang di kantornya itu. Semua itu dilakukan agar tamu yang datang ke markas ini terlihat rapi dan betah.

Juru Parkir hingga Dianggap Sebelah Mata

Firdaus yang juga Ketua LMP Kota Tangerang, saat itu dirinya masih menganggur. Segala upaya sudah dilakukan untuk melamar di beberapa perusahaan namun hasilnya nol. Untuk membesarkan organisasi akhirnya Firdaus pun memutuskan untuk menyambi menjadi juru parkir di Kota Tangerang.  Dari hasil uang yang di dapat itulah diatur untuk makan serta membayar rental komputer untuk pembuatan surat menyurat untuk dilayangkan kepada pemerintahan setempat.

Guna menghidupkan roda organisasi tetap berjalan, tak pelak Firadus pun mendapatkan cibiran dan cemo`ohan dari organisasi lain bahkan dirinya dianggap sebelah mata. Namun apa yang di alami Firdaus saat itu tetap tegar dan bersemangat untuk membesarkan organisasinya itu.        

Pernah suatu ketika saat pertama kali dirinya menjabat sebagai ketua LMP Kota Tangerang, organisasinya mendapat undangan seminar oleh Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbapol) Kota Tangerang . Kawan-kawan dari organisasi lain yang saat itu mendapatkan undangan yang sama mentertawakan dirinya, karena organisasi yang di pimpin Firdaus hanya berjumlah 10 orang.

Bahkan salah satu dari mereka pun mengatakan,”Hei Bung, ini Banten, ente gimana mau besar kalau anggota ente cuma segitu,”ucap Firdaus menirukan orang tersebut. Menjadi bahan tertawaan dan cemo`ohan dari organisasi lain tidak lantas Firdaus dan anggotanya terpancing emosi.

Apa yang menjadi sindiran dan tertawaan dari organisasi lain tidak  membuat Firdaus patah semangat bahkan Firdaus menganggap itu semua adalah motivasi. Tak banyak bicara akhirnya Firdaus pun merubah pola organisasinya yang dikemas secara elegan.

Dengan terobosan-terobosan baru LMP Kota Tangerang dibawah kepemimpinanya, Ia bersama anggotanya membantu pemerintahan dalam mensosialisasikan program-program Kesejahteraan di masyarakat.

Kemitraan yang dijalin olehnya, tak pelak LMP Kota Tangerang menjadikan program tersebut sebagai program unggulan untuk membatu rakyat miskin. Program unggulan yang di miliki LMP Kota Tangerang seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) untuk menolong warga yang sakit dan butuh perawatan di rumah sakit yang di biayai oleh pemerintah. Alhasil dengan pola yang dirubah di organisasi itu, ratusan bahkan ribuan warga yang kurang mampu di Kota Tangerang di bantu melalui team relawan kesehatan LMP saat itu.

Selain di program kesehatan, di program pendidikan pun LMP Kota Tangerang sangat memperhatikannya turutama bagi anak-anak yatim dan dhuafa yang memang berprestasi untuk bisa duduk di sekolah negeri, dan itu sesuai peraturan pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun.

Atas dasar program unggulan itu maka LMP Kota Tangerang banyak diminati masyarakat yang ingin bergabung di organisasi tersebut. Setelah Firdaus tidak lagi menjabat sebagai ketua LMP Kota Tangerang banyak tawaran kepada dirinya untuk menjadi Ketua tingkat Provinsi seperti LSM Aliansi Indonesia, Forpek Nusantara, Pendekar Banten (TTTKDH), Komando Pejuang Merah Putih. Bahkan dirinya sempat bergabung dan menjadi seorang jurnalis di Koran KPK yang tergabung di wadah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Dalam membesarkan organisasi yang penuh dengan suka dan duka itu, kini Firdaus tidak lagi dianggap sebelah mata dan berhasil menjadi Ketua Umum tingkat Nasional termuda di seluruh Indonesia dengan mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pengawas Korupsi. Apa yang di raih Firdaus saat ini semuanya itu tidak terlepas dari motivasi serta gemblengan dari  Almarhum Edy Hartawan Ketua Umum Laskar Merah Putih kepada dirinya. (sumber : fokusjurnal.com/yn)

Ide Ketum LSM KPK Di Anggap Gila

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com