Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
07 April 2018 | Dibaca: 155 Kali
Anggaran Mark up dan Fijtif
KADES TALAGA DI DUGA KORUPSI .DI HARAP PEMERINTAH KAB SUKABUMI BERTIDAK TEGAS TERKAIT DESA YANG MENYALAHGUNAKAN JABATAN

Data

Sukabumi_Intelmedia.co. Mental korupsi yang diduga melekat pada pribadi Aeb Saefuloh kepala Desa Talaga Kec Caringin Kab Sukabumi agaknya tidak bisa di sangkal lagi.

Tuding dugaan melakukan korupsi dalam anggaran pendapatan dan belanja Desa TA 2016,bahkan dokumen dan laporan tersebut sempat ke meja penyidik di kejaksaan Kabupaten Sukabumi.

 

Namun sayang,berkas dugaan korupsi yang di laporkan oleh Lembaga KPK DPC Sukabumi tersebut terkesan di petieskan dan diduga oknum kejaksaan tidak menindak lanjuti penyeledikan terhadap desa Talaga 

Pajabat dibagian Intel kejaksaan itu berjanji akan melakukan penyidikan kembali dalan kasus Kades Talaga tersebut.

"Baik rekan rekan dari Lembaga KPK,kami akan melakukan penyidikan kembali terhadap kasus ini" jawab petugas kejaksaan yang bertugas di bagian Intel.

Tudingan dugaan penyalagunaan belanja Desa oleh sumber membeberkan lewat dokumen tertulis yang diserahkan pada wartawan dan Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) 

Dalam dokumen tersebut di beberkan,Kades Aep Seafulloh di tuding mengalokasikan anggaran desa secara fiktif dan Mark Up dalam pada tahun anggaran 2016.

Dan sumber memprediksi kerugian mencapai Rp.486.326.096 selama tahun 2016.

Sumber mendesak pihak  Kejaksaan untuk membuktikan kalau memang pihak kejaksaan belum ada diel dielan atau terima suap dari kades, buktikan  melanjutkan kinerjanya untuk membongkar dugaan korupsi di Desa Talaga tersebut dan memproses Kades secara hukum.

Pihak kejaksaan harus terbuka dalam hal penanganan perkara korupsi ini,bila tidak bisa di lanjutkan lakukan jumpa pers biar publik tahu,jangan didiamkan begitu saja oleh kejaksaan.terang sumber.

Hal itu untuk membuat efek jerah terhadap Aep Saefulloh selaku pemimpin yang doyan korupsi,tegas sumber yang tidak mau di sebut namanya.

Aep Saefulloh ketika di konfirmasi di kantornya 5/04 mengakui bahwa dirinya sudah perna diperiksa penegak hukum terkait laporan masyarakat yang menuduh dirinya melakukan korupsi, seraya mengatakan bahwa dirinya merasa sudah selesai.

Ketika di pertegas apa maksud "sudah selesai" Aep terlihat bingung memberikan menjawaban dengan mimik wajah pucat pasih dan keringat dingin.

"Saya  pikir masalah ini sudah selesai,mungkin yang memberikan laporan ini belum puas kali " terang Aep . 
 
Aep mengatakan soal tuduhan pos Yandu  fiktif,dirinya mengatakan bahwa itu tidak benar dan ada fisiknya,sama halnya dengan jalan,jalan tersebut sudah di kerjakan,adapun tandatangan a/n warga itu fiktif.terang Aep.(tim)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com