INTELMEDIA.CO KABUPATEN BEKASI - Peringati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018, Jumat (9/2) menjadi momen penting bagi Ikatan wartawan online (IWO)...
Minggu, 10 Desember 2017
...
Intelmedia.co, di era reformasi ini para pemburu berita sangatlah diperlukan dalam melaksanakan tugas peliputan yang dikenal sebagai petugas...
10 April 2018 | Dibaca: 36 Kali
LKPK PROV RIAU
KEBERHASILAN TEAM GAKKUM KEMENHUT WILAYAH III DALAM PENANGKAPAN ILEGAL LOGGING DI LAMPUNG

Foto. Dodi kurniawan Kasi Gakkum Wil III sumatera( palembang,bangkabelitung,bengkulu dan lampung)

RILIS.ID, Bandarlampung – Komplotan pelaku pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Register 22 Way Waya, Dusun VIII Sendang Dadi, Sendang Mulyo, Sendang Agung, Lampung Tengah, digelandang ke Dinas Kehutanan (Dishut) Lampung, Selasa (10/4/2018).

 

 Diketahui, sebanyak 12 pelaku pembalakan liar kayu jenis sonokeling diamankan tim gabungan yang terdiri dari Balai Pengamanan dan Penengakan (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dishut Lampung, pada Jumat (6/4/2018) lalu.

 

Dari tangan mereka, petugas menyita barang bukti sebanyak 52 batang kayu gelondongan jenis sonokeling yang sudah dimuat dalam truk Colt Diesel, 11 batang kayu gelondongan di minibus Carry, dua unit sepeda motor.

 

Tujuh dari 12 pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, pada Minggu (8/4/2018), berperan tukang tebang pohon sonokeling. Di antaranya IS; IMAM; SUM; Medi; Putu; TM; EK.

 

Selanjutnya tiga tersangka yaitu HK, RD, dan AS, bertugas mengangkut kayu dengan motor keluar kawasan register 22, lalu dimuat ke truk dan minibus. Dua lainnya, Edi Mathar (43) dan JP, berperan sebagai pembeli atau penjual kayu hasil pembalakan liar.

 

Kepala Seksi III Balai  Gakkum KLHK wilayah Sumatera Dodi  Kurniawan, penangkapan 12 tersangka pembalakan liar di kawasan register 22 Way Waya merupakan hasil operasi kedua pada tahun ini.

 

Operasi pertama terjadi pada sebulan lalu. Petugas berhasil menangkap dan menahan cukong kayu yang berkas perkaranya sudah dikirim ke jaksa penuntut umum.

 

“Kami berharap upaya penengakan hukum bisa memberikan efek jera. Dan kami akan terus memproses hukum sesuai peraturan perundang-undangan, apalagi ini 1 kubik kisaran harga Rp8 juta, tapi kalau yang sudah jadi papan Rp16 juta,” kata Dodi, Selasa (10/4).

 

Edi Mathar (43), tersangka yang berperan sebagai pemberi modal terhadap para pekerja dan tersangka lain, mengaku baru kali pertama melakukan perbuatan tersebut.

 

“(Kayu) Pesanan Pak Murti warga Jawa Timur. Saya dikasih modal Rp5 juta buat mereka cari kayu sonokeling,” aku warga Pagelaran Kabupaten Pringsewu ini kepada rilislampung.id.

 

Akibat perbuatannya, Edi Mathar dan 11 tersangka lainnya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara dan denda maksimal Rp2,5 miliar. (*)

 

Sumber: Rilislampung.id

Editor:Segan Simanjuntak

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com