Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
02 Agustus 2018 | Dibaca: 102 Kali
KETUA LEMBAGA KPK AKAN SEGERA LAPORKAN KASUS INI KE PIHAK YG BERWAJIB
Ketua lembaga komunitas pengawas korupsi (KPK)pudin ariwibowo angkat bicara dugaan kasus dana KIP di tahan sekolah SMK 1.cipanas jelas sudah melanggar ketentuan

CIANJUR -INTELMEDIA .CO 
Ketua Lembaga komunitas pengawas korupsi  (KPK )DPC.kabupaten Cianjur  pudin ariwibowo. angkat bicara Perihal adanya dugaan uang dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) milik siswa yang di tahan pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Cipanas beberapa waktu lalu, hanya gara-gara masih mempunyai tunggakan iuran.

Pudin  mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan sikap Sekolah SMK 1 Cipanas kepada anak didiknya yang dinilainya sangat berlebihan dan tidak mengedepan rasa perasaan sedikit  pun.

"Apalagi yang namanya uang KIP itu jelas peruntuknya untuk kebutuhan siswa seperti membeli buku,sepatu seragam dan keperluan sekolah lainnya dan tidak boleh untuk yang hal lain," tuturnya kepada tim intelmedia.co  saat di konfirmasi di kantornya  Kamis  (2/8/2018).

Pudin  yang juga terlibat di boro Intelmedia . yang ada di wilayah kabupaten Cianjur mengatakan, mengenai masalah tunggakan seperti iuran dana tahunan (UDT) dan iuran dana bulanan (UDB) kepada pihak sekolah. Bukan berarti pihak sekolah seenaknya mengambil uang KIP tersebut dari siswanya  hanya untuk menutupi tunggakannya. 

" Ini jelas tidak boleh dan sudah melanggar aturan tentang pemanfaatan dana tersebut" paparnya.

Pudin. menambahkan, kalau pihak sekolah sangat membutuhkan dana tersebut dari siswa untuk menutupi operasionalnya karena lambatnya pembayaran iuran UDT atau UDB dari orang tua siswa,tentunya itu harus dibicarakan dulu dengan orangtua siswanya. 

" Jadi jelas tidak boleh seenaknya menahan begitu saja apalagi itu berkaitan tentang hak orang itu bisa masuk pidana bisa saja orangtua murid tidak terima melaporkannya ke polisi," jelasnya.

AN (17) siswa SMK 1 Cipanas kelas XI jurusan Adminitrasi Perkantoran (AP) penerima manfaat dana beasiswa KIP. Diduga di tahan pihak sekolah dana KIP yang sudah dicairkannya dari salah satu Bank di Cipanas hanya karena masih masih menunggak iuran sekolah.

Sementara itu seperti di kutip dari salah satu media (Kompas.com) beberapa waktu lalu saat kunjungan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi meninjau kegiatan pencairan dana manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) yang kini sekarang di nyatakan menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di salah satu SMK yang ada di Jawa Tengah.

Muhadjir mengatakan, pihaknya jelas mengingatkan kepada para orang tua siswa ataupun siswi yang sudah mendapatkan maanfaat dana PIP atau KIP. Agar penggunaannya di manfaatkan untuk keperluan sekolahnya bukan untuk keperluan yang lainnya.

" Manfaat PIP atau yang sekarang jadi KIP harus digunakan sebesar-besarnya untuk keperluan sekolah putra-putri Bapak dan Ibu,dan jangan sekali kali digunakan untuk hal-hal lain yang tidak hubungannya dengan kebutuhan sekolah," tuturnya.
(Tim)........bersambung

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com