Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
03 Desember 2017 | Dibaca: 533 Kali
KETUM KWRI MENGUTUK ULAH OKNUM KELURAHAN PONDOK KACANG TIMUR DAN AKAN MEMPROSESNYA KERANAH HUKUM

M FIRDAUS OIWOBO SH KETUA UMUM KWRI

Intelmedia.co,Hendak konfirmasi berita, wartawan malah diusir serta dicekek di Kelurahan Pondok Kacang Timur.

Menurut firdaus yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Komite Wartawan reformasi Indonesia Dimana Insident yang melucuti profesi wartawan ini terulang di kawasan Kelurahan Pondok Kacang Timur, Tangerang Selatan.Adapun kronologisnya, sekira pukul 11.00 WIB (30/11/2017), saat wartawan yang sekaligus kepala biro pemberitaan dradioqu.com (sebut R) ingin melakukan konfirmasi terkait laporan dari beberapa warga tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang di duga dikenakan biaya Rp. 3 Juta per pendaftar.Pengakuan wartawan R, dirinya bersama rekan media online lainnya, sebut A yang juga dari media Postnews.co.id ingin mencoba mencari kebenaran sumber terkait PTSL ke Lurah maupun Sekel. Namun justru malah sebaliknya yang di dapatkan hingga harus berhimbas pada Intimidasi terhadap Wartawan.Namun ironisnya, Wartawan yang juga bagian dari Pilar Ke empat Demokrasi Sebagai kontrol sosial publik, profesi wartawan semakin di desak dijadikan bulan – bulanan oleh oknum staft Kelurahan Pondok Kacang Timur Tangerang Selatan karna di cekik lehernya

Maka Berdasarkan Undang-Undang Pers No.40 Th 1999 Pasal 18 Ayat 1 dan Pasal 4 Ayat 12, bahwa “Setiap orang yangmelawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalagi pelaksanaan tugas Pers Nasional dipidana dengan kurungan penjara selama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta Rupiah).’“Saya bertanya pada staff kelurahan tersebut mana pak lurah dia menjawab tidak ada, saya tanya lagi, lalu sekel mana, juga tidak ada dan kasie pemerintahan mana juga tidak ada, lalu siapa yang bisa kami konfirmasi,” ungkapnyaTambah R, Tugas kami adalah mengkonfirmasi kebenaran, bukan mencari permusuhan dan membongkar bobrok instansi aparatur kelurahan.Dikatakannya, munculnya chaos lantaran adanya arogansi pihak oknum kelurahan hingga harus terjadi adumulut dan memancing emosial. “Ia (oknum staft kelurahan) kepada saya dengan keras bicara bahwa dirinya tidak takut dan banyak wartawan yang bersahabat dengannya.” Ungkap R.Lebih jauh, R mengatakan, bahwa dirinya juga ditarik dan di piting lehernya bahkan sampai ada suara keras untuk duel dilapangan Kelurahan.“Oknum staft Kelurahan memiting leher saya, menarik saya dan mengajak duel dengan saya. Dia lakukan hal itu didepan orang banyak dan didepan temen-temen wartawan yang ada di Kelurahan.” papar R.Insident yang hampir menjadi tragedi memalukan itu sempat diredam oleh Hasbullah selaku Kasi di Kelurahan Pondok Kacang Timur. Namun sayangnya, wartawan R dan temannya A sudah diperintahkan balik oleh pimrednya

Mengetahui Hal tersebut M Firdaus Oiwobo SH ketua umum KWRI mengecam keras kejadian tersebut dan berencana akan membawa masalah ini keranah hukum

Saat di sambangi oleh team intelmedia di kantor nya dalam komplek duta bintaro pakujaya tangsel firdaus menyatakan perang dengan oknum kelurahan pondok kacang timur

"Saya akan mensomasi lurah pondok kacang timur dengan dugaan pelanggaran berbagai pasal dan undang yang diantaranya undang undang pers nomer 40 tahun 1999, undang undang Keterbukaan informasi publik atau KIP nomer 14 tahun 2008,undang undang pemberantasan pungli nomer 87 tahun 2016 dan pasal pasal lainnya yanh berkaitan dengan hal tersebut"

Firdaus merasa sudah saatnyalah insan pers bersatu dalam melindungi seluruh elemen insan pers Indonesia

Di KWRI pun firdaus akan membentuk departmen garda wartawan indonesia yang akan dilatih untuk memahami dasar militer yang bertujuan untuk memprotek para awak media dilokasi tempat mereka bekerja agar tidak dibuat semena mena oleh para oknum yang merasa terganggu oleh kedatangan para wartawan yang akan menjalankan tugasnya sebagai pencari berita

Selain itu firdaus juga telah membentuk team biro hukum yang akan membentengi para awak media yang telah bergabung dengan organisasi KWRI yang dipimpinnya

Firdaus berjanji akan menyurati walikota tangerang selatan Hj Airin Rahmi Diany SH dan Gubernur banten H wahidin Halim

Firdaus akan mempertontonkan kepada publik bahwa wartawan jangan di anggap sepele di hari yang akan datang

"Saya bikin nangis dia sama keluarganya kalau dia ga segera meminta maaf kepada seluruh insan pers

Dan saya ga pernah bermain main dalam bertindak"ungkap firdaus

Firdauspun saat ini sedang mempersiapkan puluhan pengacara yang akan mengawal kasus ini sampai tuntas(syh#)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com