Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
15 Desember 2018 | Dibaca: 78 Kali
KOMISI PEMBERATASAN KORUPSI KPK AKAN BERSIHKAN SEMUA KORUPTOR DI KAB CIANJUR

Cianjur intelmedia.co  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, terkait kasus korupsi yang menyeret Bupati Cianjur Irvan Rivano Mochtar, Sabtu (15/12/2018).

Berdasarkan pantauan di lokasi, tim penyidik lembaga antisaruah itu tiba di Disdik Kabupaten Cianjur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasir Hayam, Cianjur, sekitar pukul 09.00 WIB dengan mengendarai tiga buah mobil.

Sementara, dalam proses penggeledahan tersebut, tampak sejumlah petugas kepolisian berjaga di depan pintu gerbang dan tak memperbolehkan siapapun untuk masuk, termasuk awak media.

Wartawan pun hanya diperbolehkan mengambil gambar melalui depan pintu gerbang. Sampai berita ini ditulis pukul 10.00 WIB, proses penggeledahan masih berlangsung.

Kantor Disdik Cianjur digeledah KPK. )

Kasus dugaan suap dan pemotongan dana proyek rehabilitasi sekolah di Cianjur, Jawa Barat, menyeret sejumlah pejabat penting. KPK telah menetapkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka.

Namun pengusutan kasus tersebut tidak berhenti pada Irvan Rivano. Ayah Irvan, Tjetjep Muchtar Soleh juga akan digarap KPK.

Tjetjep Muchtar adalah Bupati Cianjur dua periode sebelum Irvan Rivano. Saat ini, Tjetjep Muchtar menjabat Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Cianjur. Ia juga tercatat sebagai caleg DPR RI dari Partai NaDem.

Kasus dugaan pemotongan dana proyek rehabilitasi sekolah di Kabupaten Cianjur diduga terjadi sejak masa kepemimpinan Tjetjep Muchtar.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, Tjetjep Muchtar akan diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan pemerasan kepala SMP di Cianjur yang membelit anaknya. Namun Laode belum menyebut persis tanggal pemanggilan terhadap Tjetjep.

“Semua pihak yang ikut ditangkap akan diperiksa. Mantan bupati di situ (Cianjur) ya itu saya pikir salah satunya. Dari informasi awal yang kita dapatkan bahwa beliau (Tjetjep Muchtar) juga akan diperiksa,” ucapnya pada awak media, intelmedia.co Jumat (14/12).

Tjetjep Muchtar Soleh

Kendati demikian, Syarif juga tak menyebut apa yang hendak ditelusuri dan digali dari pemanggilan Tjetjep ini. Dia hanya menyebut salah satu tersangka, yakni Tubagus Cepy Sethiady, pernah membantu Tjetjep semasa jadi bupati.

Sekadar informasi, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut, kakak ipar Irvan bernama Tubagus Cepy Sethiady memiliki peran sebagai perantara dalam menerima commitment fee dari kepala SMP di Cianjur.

“Menurut informasi sementara, orang tua Bupati Irvan sebelumnya juga bupati Cianjur. Jadi kakak ipar ini memang dulu sering membantu bupati sebelumnya, yaitu ayahnya,” ujarnya, Rabu (11/12).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Irvan sebagai tersangka dugaan pemerasan kepada 140 kepala SMP di Cianjur. Pemerasan itu diduga dilakukan terkait penerimaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur pada 2018.

KPK menduga, Irvan meminta atau memotong 14,5 persen dari DAK senilai Rp 46,8 miliar tersebut. Sementara itu, bagian khusus untuk Irvan adalah 7 persen atau sekitar Rp 3,2 miliar.

Saat menuju rumah tahanan, Irvan membantah dirinya memberi perintah memotong anggaran untuk pendidikan di Cianjur. Dia mengatakan bahwa itu inisiatif dari bawahannya.

Selain Irvan, KPK menetapkan Cepy Cecep Sobandi (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur) dan Rosidin (Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur) sebagai tersangka.

(TIM) INTELMEDIA.CO

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com