Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
14 Juni 2018 | Dibaca: 347 Kali
Kawal Jurnalis Indonesia
Lembaga KPK: Bubarkan Dewan Pers..!!

Lembaga KPK

Jakarta – Intelmedia.co, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (Hence Mandagi dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia Wilson Lalengke telah mengambil langkah hukum sebagai upaya mengakomodir aspirasi para wartawan dan media dari berbagai daerah yang merasa dirugikan oleh kebijakan dan aturan yang dibuat oleh Dewan Pers.

Pada Kamis, 19 April 2018, kedua pimpinan organisasi pers ini resmi melayangkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Dewan Pers di kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan menunjuk tim kuasa hukum yang diketuai Dolfi Rompas, SH, MH.

Belum usai Dewan Pers digugat, kini muncul Lembaga KPK Jawa Timur menyuarakan lantang untuk bubarkan Dewan Pers.

Dalam surat resmi yang ditujukkan kepada Komisi I DPR RI, Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) Jawa Timur ini menegaskan bahwa Dewan Pers telah melakukan banyak pelanggaran.

“Kami sebagai pengawas kebijakan publik meminta kepada Komisi I DPR RI untuk melakukan investigasi atas kriminalisasi yang telah terjadi terhadap insan pers dan mendorong sanksi yang tegas terhadap Dewan Pers” ungkap Lesmana Direktur Pengawas Teritorial Jawa Timur Lembaga KPK dalam keterangan resmi, Sabtu ditulis Minggu (22/4/2018).

Lesmana mencontohkan, kasus terbaru yang menjerat Muhammad Yusuf menyeretnya sebagai tersangka hingga tewas di dalam sel tahanan Polres Kota Baru, Kalimantan Selatan.

“Wartawan dari Sinar Pagi Baru dinilai menyudutkan dan cenderung provokasi. Tapi mirisnya, Dewan Pers ikut andil terlibat dalam kasus dua wartawan tersebut. UU Pers pasal 15 ayat 1 yang menyatakan, ‘dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen’, nampak malfungsi.” jelas Lesmana.

Menurut dia, Fungsi Dewan Pers sebagai penjaga, pembela kebebasan bersuara, berekspresi dan berkarya – jurnalistik di Negara Indonesia dibungkam bahkan dimanfaatkan oleh oknum demi kepentingannya.

Oleh karena itulah, lembaganya menyuarakan lantang “Bubarkan Dewan Pers!!”. (JTM) 

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com