Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
20 Februari 2018 | Dibaca: 315 Kali
"Bekerja Dengan Penuh Rasa Tanggung Jawab Yang Tinggi"
Miris.....13 Tahun Bekerja, OB DPRD Kab Bekasi Terima Gaji Rp1 Juta

Gambar Ilustrasi INTELMEDIA.CO

INTELMEDIA.CO, KABUPATEN BEKASI - Miris sekali yang dialami pekerja Cleaning Service atau Office Boy (OB) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab Bekasi. Meskipun telah 13 tahun mengabdi sebagai OB di Gedung Rakyat, namun gaji yang diterimanya hanya kisaran Rp800 ribu hingga Rp1,1 juta. Padahal pekerja OB yang ada di Gedung DPRD Kab Bekasi itu, telah melaksanakan kerjanya sejak pagi hari, sebelum pegawai di Gedung tersebut datang. Dan usainya bekerja juga, setelah pegawai dan anggota DPRD  sudah pulang dari ruangan gedung tersebut. Kisah Pilu pekerja Cleaning Service/Office Boy itu seperti yang dialami, Gandi saat memceritakan kisah pilunya kepada sejumlah awak media di gedung DPRD Kab Bekasi, Selasa (20/2).

Menurutnya, meskipun sudah bekerja selama 13 tahun, hanya menerima gaji Rp1,1 juta. Sehingga dibawah UMK, ujarnya. Bahkan, gaji yang diterima tersebut tidak ada mendapat uang makan, dan asuransi kesehatan, seperti BPJS. Sehingga gaji tersebut sangat pas-pasan, dan jauh dari cukup. Hal itu membuat para harus bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, ungkapnya. Gandi yang merupakan warga Desa Sukamahi, Kec Cikarang Pusat manambahkan, ada sekitar 80 orang pekerja OB yang tersebar di Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Dan rata-rata menerima gaji kisaran Rp800 hingga Tp1,1 juta, beber Gandi yang memiliki 4 orang anak ini.

“Pembantu rumah tangga saja dapat makan dari majikannya. kita ini gak dapat makan, gajinya kecil gak dapat BPJS lagi. Namun mau gimana lagi, dari pada gak kerja,” ujar seorang pekerja OB. Ditambahkan Gandi, pada dasarnya gaji tersebut tidak me cukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di Kab. Bekasi. Dan untuk menutupi itu, para OB terpaksa nyambi. Mulai dari menjadi kurir para pegawai, mencuci kendaraanpara pegawai, dan hingga menjadi tukang ojek, imbuh Gandi dengan nada pasrah. “Ya kadang ada yang nyuruh nyuci mobil, disuruh keluar beli ini dan itu, kadang juga ngojekin pegawai. lumayanlah bisa buat nambah-nambah,” kata Gandi.

Bahkan, para OB terkadang juga tepaksa mengumpulkan makanan para peserta rapat yang tidak dimakan disaat diadakan rapat. Hal itu dilakukan untuk dimakan karena tidak ada uang untuk makan siang, imbuhnya. “Kan kadang ada nasi buat para pejabat. Nah, kalau nasinya gak dimakan, ya sudah kita ambil, kita yang makan. habis gak ada duit buat makan di kantin,” aku Gandi.  Untuk itu pihaknya berharap, agar para penentu kebijakan di Pemkab Bekasi bisa memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para pekerja OB yang merupakan tenaga kontrak. Pihaknya juga menyayangkan jasa pihak ketiga yang mempekerjakan para OB tanpa membekalinya dengan BPJS, harapnya. (ANWAR UBAN)

 

REDAKSI INTELMEDIA.CO KABUPATEN BEKASI

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com