INTELMEDIA.CO KABUPATEN BEKASI - Peringati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018, Jumat (9/2) menjadi momen penting bagi Ikatan wartawan online (IWO)...
Minggu, 10 Desember 2017
...
Intelmedia.co, di era reformasi ini para pemburu berita sangatlah diperlukan dalam melaksanakan tugas peliputan yang dikenal sebagai petugas...
02 April 2018 | Dibaca: 39 Kali
Pengembang Pratama Indah Resinde Bahongin Warga Desa Gadog Cianjur

Cianjur_Intelmedia.co.Pengembang dalam pembangunan perumahan pratama Indah Residence yang berlokasi di kampung sukamaju Rt.02/05 Desa Gadog 3 Kec Pacet Kab Cianjur Jawa Barat,tabrak SK menteri dalam negeri no.1/1981 tentang Fasos dan fasum.

Dalam SK tersebut menegaskan, bahwa pngembang wajib menyediakan sekitar 20 persen dari total penguasaan lahan di atas 5000 meter persegi untuk fasos dan fasum.

Keberadaan pengembang perumahan pratama indah residence Cipanas,diduga melakukan pembohongan pada masyarakat bahkan para pemerintahan Desa dalam penyediaan Fasum teekait TPU (Tempat Pemakaman. Umum).

Kepala Desa Gadog Miftahudin ketika di temuin di kantornya mengatakan bahwa pihak pengembang hanya menyediakan
Fasos seluas 3'6 HA atau 2% dari luas lahan,dan lahat tersebut hingga saat ini belum di serahkan proses di dinas pertamanan belum selesai.

Harga tanah menutut pak Teguh dari pihak pengembang hanya menyediakan 50 ribu/meter, dan lokasinya adanya di desa Gadok dan Cibodas perbatasan Desa Gadok.

Soal Fasum,usulan dari merehap/pelebaran mesjid, namun yang mewakapkan tanah mesjid tidak mengizinkan,jadi hingga sampai sekarang belum tahu perkembangan seperti apa,terang Mifhahudin.

Mengenai TPU pengembang hanya menyediakan 850 meter dalam dua titik. Dengan rincian 200 meter Didesa Gadok dan 650 meter di perbatasan Desa Gadok Cibodas , namun belum serahterimakan karena akan di serahkaterimahkan kepertamanan dulu.

Lokasi tersebut milik a/n H Abdulah 200 meter berada di Rw 11 dengan harga Rp.20 jt. Dan Rp.650 milik a/n Ahmat di perbatasan desa Gadog ke cibodas seharga Rp. 50 jt dan pembayaran saya saksikan langsung Dilakukan pembayaran.Papar Mithahudin..

Menanggapi bahwa penyerahan Fasos yang tidak sesuai dengan kepmendagri no.1/1981 , Mithahudin baru mengetahui bahwa pihak pengembang akan menyediakan lahan 20% dari luas lahan,maka dengan lahan yang di sediakan berarti pihak pengembang saat ini tidak sesuai dengan aturan,maka dengan itu,pihak desa akan melakukan peninjauan kembali.

"Kita akan lalukan peninjauan kembali dengan luas lahan yang ada,sebab sesuai aturan berarti luas lahan tersebut masih kurang."

Sementara itu, Pudin Ariwibowo Ketua Lembaga Komunitas Pengwas Korupsi (KPK) mewarning pihak pengembang, jangan coba coba bohongin warga terkait Fasum Fasos,dan bila pengembang tidak menjelaskan secara detail,kami tidak segan segan melakukan aksi penghentian kegiatan pembangunan sampai ada titik terang soal fasos fasum tersebut.

Bila menyimak pengakuan Kades Mifthahudin disini pengembang di sinyalir telah melakukan pembohongan pada warga calon konsumen. Tegas Pudin.

Seraya menekankan pada pihak Desa dan dinas terkait agar segerah melamukan peninjauan kembali atas kebijakan yang di buat oleh pengembang. (Tim)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com