Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
30 Maret 2018 | Dibaca: 121 Kali
Pungli di SD Pangulah Selatan III Kotabaru Karawang Diduga Dibekingi Oknum PGRI

Karawang-Intelmedia.co. Praktek dugaan pungli di SD Pangulah Selatan III berangsur angsur membuka tabir para oknum pendidik yang doyan memeras orang tua siswa dengan berbagai dalih. Praktek dugaan pungli yang mengarah pada penegak hukum dengan tuduhan pemerasan yang di dituduhkan pada oknum wartawan menggemparkan dunia pendidikan di Karawang.

Dugaan pungli yang di lancarkan Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Pangulah Selatan III Kecamatan Kotabaru Karawang menarik dana untuk biaya sampul rapot Rp.80.000, Imfaq Rp.5000 dan untuk pembelian mesin Jet Pump Rp.20.000..

Sala satu media online yang menungkap dugaan pungli tersebut, membuat Tati selaku kepala sekolah menjadi gusar dan ketakutan, merasa boroknya tercium oleh media Eka Eskasari,SP.d,berusaha meminta tolong pada tetangganya bernama Asep, dengan tujuan agar bisa memediasi kepada wartawan dengan tujuan agar berita yang sudah diterbitkan  di hapus sebelum melebar kemana-mana sambil  ketakutan dan mencucurkan air mata.

 

“Bu Eka itu sambil nangis-nangis mendatangi saya di kerumah, meminta untuk dibantu  mempertemukan pada wartawan yang membongkar dosa Tati selaku Kepsek, karena Tati  perilaku jahatnya yang suka memalak orang tua siswa tersebut tidak mau berkembang kemana-mana” terang Asep.

 

Ketua komite SD Negeri Pangulah Selatan III H.Empad juga mengakui adanya pungli “Ya memang betul kami menarik dana pada setiap siswa dan menwajibkan bayar Rp.20.000/siswa untuk pembelian mesin Jet Pump,berhubung mesin Jet Pump di sekolah sudah rusak dan kasian siswa-siswa bila buang air selalu keluar,dan memang kami akui, bahwa itu tidak hasil rapat orang tua tapi hanya hasil sekelompok saja” yang di lansir media online zonadinamika.com.

 

Saat pertemuan dengan wartawan,Eka sendiripun mengakui bahwa soal pungutan untuk biaya Jet Pump benar ada, dan saat rapat tidak melibatkan semua orang tua siswa, hanya segelintir orang tua saja, dan kami pungut 20.000 secara cicil.

 

Mengenai  Infag yang ditarik tiap hari jumat sebesar Rp.5000, dana itu tidak hanya di sekolah namun sebagian disalurkan untuk membantu bangunan diluar sekolah,Eka sempat keceplosan sebahagian dari dana Infaq tersebut di salurkan untuk PGRI Kota Baru untuk membantu bagunan gedung.

 

Sama halnya dengan pungutan uang rapot bukan mengaku bukan hanya di sekolah nya saja terjadi,melainkandi sekolah SD lain juga menarik uang rapot, seraya memohon tolong berita ini tidak usa di kembangkan,dan berita yang sudah terbit tolong di hapus” Mohon Eka dengan sangat  yang ditirukan Asep.

 

Menanggapi pembongkaran borok oknum kepala Sekolah yang doyan melakukan pungli pada orang tua siswa tersebut, Pudin Ar.aktivis hukum di Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) yang juga sebagai tim sebuah media ini menegaskan, bila benar adanya pihak sekolah memberikan bentuk uang pada oknum wartawan itu jelas-jelas sudah bentuk suap, yang semata mata untuk menutupi boroknya.

 

“Tuduhan pemerasan yang di alamatkan pada oknum wartawan, yang di datangi Eka dengan tujuan agar berita tidak di lanjutkan, kalau pun benar oknum wartawan itu menerima bentuk uang, itu masuk kategori suap yang lakukan oleh Eka selaku operator atas perintah Tati selaku kepala sekolah dengan tujuan menutupi atas kesalahan yang dilakukan oleh pihak sekolah, saya tegaskan lagi, hal itu bukan pemerasan, namun dugaan suap, kenapa pihak sekolah ujuk-ujuk buat laporan Polisi dengan tuduhan pemerasan? dan yang melaporkan PGRI? Disini timpul pertanyaan ada dugaan PGRI berusaha melindungi para pendidik di Karawang yang doyan melakukan pungli di dunia pendidikan” tegas Pudin.

 

Eka selaku operator sekolah ketika di konfirmasi via telepon mengelak,seraya mengaku sedang dalam perjalanan dan akan bel balik.”maf pak saya lagi di jalan bawa motor,nanti setelah disekolah saya bel balik” jawabnya di ujung telepon, namun ketika dikonfirmasi ulang via  sms Eka tetap tidak memberi jawaban. (tim)

 

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com