INTELMEDIA.CO KABUPATEN BEKASI - Peringati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018, Jumat (9/2) menjadi momen penting bagi Ikatan wartawan online (IWO)...
Minggu, 10 Desember 2017
...
Intelmedia.co, di era reformasi ini para pemburu berita sangatlah diperlukan dalam melaksanakan tugas peliputan yang dikenal sebagai petugas...
26 September 2017 | Dibaca: 361 Kali
“KPK DIMINTA AMBIL ALIH KASUS KRAKATAU STREEL DARI POLDA BANTEN”
RATUSAN MASYARAKAT YANG TERGABUNG DALAM KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI KEPUNG KANTOR KPK

Foto/ Red. Komunitas Pengawas Korupsi, Kepung Gedung Merah Putih Kantor KPK Jakarta

INTELMEDIA.CO JAKARTA –  Ratusan Organisatoris dari Berbagai Daerah, Jawa Barat, Banten dan DKI serta luar daerah yang tergabung dalam  gerakan aksi moral yang digagas oleh M. Firdaus Oiwobo SH selaku Ketua Umum Lembaga Komunitas Pengawas korupsi KPK, mengepung Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi KPK senin 25/9.

Mangkraknya kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT)  PT. Krakatau Steel yang ditangani oleh Polda Banten membuat Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi KPK geram, dikatakan Ketua Umum Lembaga KPK, M. Firdaus Oiwobo SH kepada awak media Tv, Cetak dan Online, bahwa kasus yang sedang ditangani oleh Polda Banten dinilai lambat. Bahkan Ada dugaan proses kasus tersebut masuk angin, hari ini kita melakukan aksi moral di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, bersama masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi KPK, para pekerja PT. Krakatau Steel yang tergabung dalam serikat pekerja, Laskar Merah Putih (LMP), Gapura Banten dan yang lainnya, meminta agar proses atas dugaan Korupsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat di ambil alih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi KPK.

Beberapa waktu lalu, Oprasi Tangkap Tangan (OTT) Team Crimsus Polda Banten dengan Team Investigasi Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi KPK  Kota Cilegon, berhasil di amankan puluhan Truck Kontainer berisi bahan besi potongan (scrap) yang diduga akan dibawa dari PT KS yang akan di jual ke pihak ke tiga sebagai penadah dibilangan Tangerang.

Tidak puasnya atas pernyataan Polda Banten, yang telah menyimpulkan bahwa tidak ada tindak pindana pada kasus tersebut, seperti di katakan Ketua Lembaga KPK DPC Kota Cilegon James, kita akan bawa kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi KPK, dan alhamduliah hari senin 25/9. kita telah sampai kegedung KPK untuk menyampaikan Aspirasi.

Lanjut dikatakan Ketuam Umum (ketum) Dugaan lambatnya proses kasus KS tersebut, disinyalir adanya keterlibatan para pejabat tinggi Negara, makanya kenapa Polda Banten lambat, kemungkinan banyaknya intervensi dari para pihak oknum pejabat dan bintang yang mengakibatkan lambatnya proses atas kasus dugaan tersebut.

Kami datang untuk meminta kepada Ketua KPK agar serius dalam menangani kasus PT. Krakatau Steel, bahkan dikatakan Firdus yang biasa di panggil Joker, “bila ketua KPK tidak mampu memproses kasus dugaan Krakatau stell yang nilainya triliunan saya berharap ketua KPK mundur”  biar saya yang menggantikannya,  "Saya meminta kepada bapak Presiden kita agar ikut serta dalam mengawasi kasus tersebut,mengingat PT KS Cilegon ini diambang kebangkrutan" terang Firdaus yang biasa di sapa Joker.

Seitar 15 orang perwakilan dari Lembaga KPK, dan beberapa Ormas/ LSM yang tergabung dari tanah Jawara, akhirnya dapat diterima dan bertemu dengan humas Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Sutanto, dikatakannya bahwa kasus Krakatu Stell sudah ada yang yang masuk dan ditambahkan laporan dari Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi, kasus ini akan kami pelajari untuk kajiaan lebih lanjut karena kasus kasus KS Badan Usaha Milik Negara memang sedang kami tangani, terang Humas KPK sutanto kepada ketua Umum Lembaga KPK Firdaus.

Red* INTELMEDIA.CO

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com