Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
02 Agustus 2018 | Dibaca: 76 Kali
Sungguh tidak manusiawi !!! Hanya karena menunggak UDT dan UDB SMK 1 Cipanas tahan uang KiP siswa

CIANJUR -intelmedia.co 
AN (17) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Satu Cipanas kelas XI  jurusan Adminitrasi Perkantoran  (AP) harus rela menunda keinginannya untuk mendapatkan berbagai kebutuhan di sekolahnya.

Pasalnya tertundanya keinginan AN untuk membeli berbagai kebutuhan sekolah seperti tas, sepatu dan seragam sekolah, lantaran pihak SMK 1 Cipanas di duga sudah menahan uang AN yang berasal dari dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang beberapa bulan lalu sudah di terimanya.

Janaedi (58) orang tua AN warga Kampung Sukasari Rt 01 Rw 15 Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas ini mengatakan, alasan langsung di ambilnya uang KIP dari tangan AN saat pencairan KIP pada tanggal 8 Juni tahun 2018 lalu, oleh pihak sekolah. Lantaran pihaknya dianggap belum mampu menyelesaikan iuran Uang Dana Tahunan (UDT) dan iuran Uang Dana Bulanan (UDB) kepada pihak sekolah.

Padahal menurut Junaedi biaya tunggakan UDT dan UDB tersebut sebelumnya sudah ia bicarakan kepada pihak sekolah melalui bagian tata usaha agar pihaknya diberikan keringanan terhadap persoalan tersebut. " Ini tiba-tiba saja langsung diambil oleh pihak sekolah sebesar Rp 1 juta dari anak saya saat pengambilan dari Bank BNI di Cipanas," tuturnya kepada intelmedia.co  Senin (30/7/2018).

Junaedi yang berprofesi sehari harinya sebagai tukang mie ayam keliling di daerah Cipanas ini mengatakan, pihaknya merasa kecewa seharusnya sebelum akan mengambil tindakan pengambilan langsung uang KIP dari anaknya harusnya pihak sekolah memberitahukan terlebih dahulu kepadanya.

" Lagian tunggakan UDT dan UDB itu mau gimana pun itu urusan orang tua bukan urusan anak saya, kan jelas aturannya dana KIP itu kebutuhannya untuk kebutuhan sekolah anak bukan untuk yang lain lain," paparnya.sambil kesel 

Akibat tindakan pihak sekolah yang dinilainya tidak memberikan kebijakan sama sekali terhadap anaknya, lanjut Junaedi, pihaknya kini terpaksa harus meminjam uang kesalah satu bank keliling guna menutupi kebutuhan anaknya di sekolah.

" Jadi terpaksa waktu itu saya harus pinjam uang ke bank keliling untuk membeli perlengkapan sekolah anak saya," keluhnya.

Sementara itu humas SMK 1 Cipanas Iwan Edi saat di konfirmasi membenarkan jika pihak sekolahnya dia mengajar, sudah menerima uang untuk biaya sumbangan bulanan dari atas nama AN yang berasal dari uang dana bantuan PIP atau KIP untuknya beberapa bulan lalu.

" Jadi saya sudah tanyakan ke pihak bendahara Sekolah bahwa betul anak tersebut setelah mengambil uang dari Bank langsung menyerahkan ke pihak sekolah untuk sumbangan bulanan," tukasnya.kami sangat berharap pihak dinas terkait untuk bertidak tegas dan tidak bersipat tebang pilih .untuk melaporkan kasus ini kepihak yang berwajib..........( Tidak)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com