CIANJUR, INTELMEDIA.CO - Head kios Bess finance Deden Risman (35) usai metting dengan staff dan jajarannya, telah memberikan solusi dan kesempatan...
CIANJUR INTELMEDIA.CO - Brotherhood 1%MC mengadakan acara bakti sosial. [Toleran&Charity] sangat Banyak dihadiri oleh club motor lainnya juga,...
CIANJUR INTELMEDIA.CO - Dedi Mulyadi Kepala Desa Wargasari, Kec. kadupandak Kab. cianjur selalu aktiv mendukung setiap penyelenggaraan bantuan....
21 Juni 2019 | Dibaca: 146 Kali
TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) MASIH BANYAK YANG BERANGKAT SECARA ILEGAL, DAN MASIH BANYAK YG BERMASALAH

CIANJUR, INTELMEDIA.CO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cianjur menginfokan sekaligus angkat bicara terhadap Cianjur sebagai lumbung para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tapi pihaknya mengakui bahwa masih banyak berangkat secara ilegal alias bermasalah, Jumat 21/06/2019.

Plt Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja (Disnasker) Kabupaten Cianjur, Heri Suparjo melalui Kepala Bidang (Kabid)  Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat mengatakan,  tahun 2019 saat ini ada penurunan sekitar 30 persen. Sebelumnya dari tahun 2018 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), laki-laki sekitar 60 orang dan perempuan 442 orang,  tahun 2019 laki-laki hanya sekitar 81 orang dan perempuan sekitar 138 orang.

"Artinya terbukti ada penurunan sekitar 283 orang baik itu perempuan dan laki-laki kerja di luar negeri secara formal data masuk diterima, " katanya saat ditemui langsung di meja kerjanya kemarin.

Turunnya jumlah TKI di Cianjur tersebut,  karena sudah banyak beberapa perusahaan di Cianjur. Perlu diketahui sudah dikatakan sebelumnya masih moratorium tidak ada ijin kerja di Timur Tengah khususnya, terkecuali kerja berangkat ke Asia Tenggara itu dibuka.  Seperti Malaysia,  Taiwan,  Singapura dan lainnya.

"Jadi ada penurunan sekitar 30 persen,  dari tahun 2018. Kalau soal TKI ilegal itu tidak mengetahui karena tidak ada datanya,  justru itu lah menjadi kendala selama ini masih ada warga berani nekad kerja secara non formal, " jelasnya Rizkie.

Ditanya soal ada berapa agen TKI di Cianjur Rizkie mengatakan,  ada sebetulnya tapi bukan agen tapi lebih kepada cabang yang ditunjuk oleh perusahaan. Bukan istilah sponsor melainkan sejumlah petugas yang ditunjuk di lapangan,  jumlahnya tidak banyak paling dari setiap perusahaan dipercaya  hanya dua sampai tiga tiga orang.

"Itu juga harus ada sepengetahuan dari dinas terkait petugas lapangan juga, jadi biar terdata secara jelas dan resmi. Nah yang jadi permasalahan masih banyak oknum langsung membawa kerja TKI ke perusahaan tidak menempuh dulu proseduralnya," jelasnya.

Terpisah, Ketua Garda BMI Kabupaten Cianjur,  Elan mengatakan, pada dasarnya bekerja di manapun merupakan hak warga negara Indonesia. Namun untuk menjadi TKI ke negara di Timur Tengah pemeritah telah mengeluarkan UU No 17 tahun 2018 moratorium Pasal 31 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) 19 negara yang terkena moratorium di timur tengah.

"Tapi diketahui ternyata di Cianjur masih banyak penyalur TKI atau seponsor yang memberangkatkan melalui jalur lewat belakang non prosedural," katanya.

Ia menyambungkan, bahkan tanpa di ketahui Disnaker Kabupaten Cianjur para calon TKI datang ke pihak seponsor dan langsung.

"Maka itu disitulah kendalanya sehingga banyak tidak terdata, " ujar Elan.

Elan menambahkan, bayangkan saja hasil bocoran informasi per orang TKI dari pusat atau PT sekitar Rp20 juta, tapi kenyataan tidak segitu. Paling pernah orang hanya menerima Rp7 juta hingga Rp12 juta saja.

"Itu tergantung lobi-lobi para petugas di lapangan saja yang ditunjuk PT,  maka itu permasalahannya disini kang, " pungkasnya.


Kips

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com