Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
06 April 2018 | Dibaca: 153 Kali
LKPK PROV RIAU - LKPK DPC KAMPAR
Warga Desa Gobah Kec. Tambang inginkan lahan mereka di kembalikan oleh pihak PTPN V

Foto bersma LKPK dangan Warga desa Gobah kec. Tambang kab.Kampar Prov. Riau

Kampar- intelmedia.co  Warga desa Gobah Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, menginginkan agar Hak mereka atas lahan seluas (±)1700Ha yang kini di kuasai oleh PTPN 5 segera di kembalikan.
Merasa tidak mampu berjuang sendiri, warga desa melalui forum peduli masyarakat Gobah menyampaikan niat nya kepada Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) mewakili Dirwaster LKPK Prov. Riau ( Bapak Syaruddin) adalah Wadirwaster Provinsi Riau Alex Irawan, untuk mendampingi mereka agar pihak terkait (pemerintah) meninjau kembali atas hak kepemilikan lahan perkebunan yang di maksud . Dengan menggandeng Team L-KPK Kampar yang di pimpin oleh Ketua DPC Gokzan Samosir, sepakat untuk mendampingi warga desa Gobah dalam pesoalan ini.
Saat di Sambangi, Selasa 3/04/2018, puluhan warga yang tergabung dalam sebuah forum,  Menyambut Baik kedatangan team L-KPK. Saat di mintai keterangan duduk persoalan,  melalui sala satu juru bicara yang tidak mau di sebutkan identitas nya menerangkan bahwa “Tanah yang di maksud adalah tanah petani (perseorangan) dan bukan tanah Ulayat (adat).  Persoalan ini sudah berlansung sejak tahun 1985, Pihak PTPN 5 menggarap tanah petani yang pada saat itu sudah berisi tanaman karet yang masih di sadap getah nya oleh para petani.” terang nya
“Hingga tahun 1996, pihak petani telah melakukan aksi penghalauan agar pihak PTPN 5 tidak menggarap lahan yang akan mereka jadikan perkebunan kelapa sawit lebih jauh lagi hingga ke kampung masyarakat, yakni desa gobah yang sekarang. Mengetahui situasi itu,Pemerintah  Kabupaten Kampar yang pada saat itu di pimmpin oleh Bupati H.Saleh Djasid S.H. memanggil kepala Desa dan para tokoh masyarakat serta pihak PTPN5 untuk menyelesaikan persoalan ini, dan pada saat itu, Bupati menginstruksikan agar PTPN 5 tidak meneruskan pekerjaan nya ke arah Kampung masyarakat.
 Merasa tidak puas karena lahan nya telah di garap, pada tahun 1998 masyarakat kembali menggalang aksi demonstrasi ke PTPN5  agar lahan petani yang telah mereka kelola selama ini di kembalikan serta menuntut kerugian yang telah di derita atas musnah nya pohon karet yang telah di tebang. Namun sayang, upaya kami pada saat itu juga tidak mebuahkan hasil. Dan tanpa sepengetahuan para petani  yang berhak atas tanah yang telah di garap itu, lahir kesepakatan yang tidak menguntungkan petani.  Belakangan di ketahui pada kesepakatan yang berbentuk surat itu, di tandatangani oleh beberapa tokoh adat ” tambah nya mengisahkan.
Lebih lanjut, Pria paru baya ini menambahkan, “pada tanggal 28 Januari 2018, pihak nya sudah menyurati Bupati Kampar untuk memohon petunjuk atas persoalan ini. Bupati Kampar menyerahkan persoalan ini kepada Dinas perkebunan Provinsi Riau. Namun sampai sekarang kami belum tahu apa hasil pertemuan Dinas perkebunan dengan pihak PTPN5” pungkas nya
Mendengar penjelasan tersebut, Wadir L-KPK Riau Alex Irawan menilai bahwa ada kelemahan pada pihak petani yang menuntut hak nya. Sayang para petani tidak memiliki sebarang surat pendukung yang menguatkan bahwa lahan yang mereka tuntut adalah benar hak mereka. Dan hal itu di akui oleh para petani (warga) yang hadir di balai desa saat itu. Namun dapat di terima akal alasan nya, di mana pada saat itu situasi para pemilik lahan itu masih terlalu awam terkait fungsi surat menyurat. Bahkan kebanyakan dari mereka tidak mengenal huruf.
Namun demikian, Ketua DPC L-KPK kabupaten Kampar, Gokzan Samosir menegaskan bahwa Lembaga KPK  bukan lah pihak yang dapat mengambil keputusan dalam hal ini. “lembaga kami hanya berfungsi sebagai pendamping dalam kasus ini, bila kasus ini di kuasakan kepada lembaga kami, maka kami akan menjalankan fungsi pengawasan dalam setiap proses penanganan kasus ini dan membuat dorongan, agar semua pihak yang berwenang segera  dan dengan serius menangani kasus ini.” Tegas nya.
 Atas persoalan ini, sejumlah petani (warga ) yang hadir di balai desa  saat itu, menaruh harapan penuh agar L-KPK mau mengurus persoalan hingga tuntas. Dan berjanji akan menjalin kerja sama yang baik dalam penanganan kasus ini.bersambung# 

*. Wartawan Intelmedia Biro Kampar :
     (Rudy Ws)
*. Kabiro intelmedia dan Ketua Dpc Kampar
   ( Gokzan Samosir)
*. Kabiro Intelmedia Prov Riau & Dirwaster LKPK Prov. Riau ( Syahruddin)

Editor ;
WADIRWASTER LKPK PROV RIAU
( ALEX IRAWAN)
 

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com