Intelmedia.co Allahuakbar,Allahuakbar,Allahuakbar Takbir berkumandang diseluruh antero dunia pertanda umat islam merayakan hari kemenangan yang...
intelmedia.co perjalanan karir dua pengacara kondang yang kontroversial ini sangatlah mencengangkan bayangkan saja,umur yang masih terbilang...
Bogor - Intelmedia, Kemeriahan HUT Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) semakin heboh saat Charly Van Houten datang. Turut memeriahkan juga...
23 Agustus 2016 | Dibaca: 737 Kali
Warga Desa Sipange Siunjam keluhkan Pembangunan jalan Rabat Beton yang Asal Jadi

Ini adalah salah satu gambar yang menunjukan kegagalan dalam pengerjaan

intelmedia.co.Tapanuli Selatan (WA). Mengutip dari Surat Kabar Madina Pos – Proyek pembangunan jalan rabat beton sepanjang 460 meter  di desa Sipange Siunjam kecamatan Sayur matinggi Tapanuli Selatan yang bersumber dari APBN Dana Desa (DD) 2015 yang memakan biaya Rp 100 juta diduga dikerjakan asal jadi.

Pantauan  wartawan saat berada dilokasi pembangunan jalan Rabat Beton yang berada di desa Sipange Siunjam ini tidak pantas diapresiasi, pasalnya pembangunan jalan rabat beton yang masih seumur jagung ini sudah amruk dan bisa membahayakan bagi pemakai jalan yang melintasi jalan ini.

Salah seorang warga desa Sipange Siunjam yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Warta Angsana, pembangunan jalan Rabat beton itu tipis dan asal ditimbun saja tanpa memakai penyanggah yang kuat karena jalan itu merupakan penghubung antara dua kolam ikan warga    (empang-red) yang mengakibat longsor dan retak akibat sering terkena air. Bangunan yang baru berumur satu tahun ini sudah retak dan rusak parah. Rabat beton ini di duga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Warga juga mengatakan pembangunan jalan rabat beton ini hanya asal jadi saja, pasalnya jalan yang menghubungkan kolam ikan ini dibangun tidak dicor memakai batu hanya saja dilapasi dengan kayu karet sehinga kayu tadi yang berada didalam timbunan tanah mengalami pembusukan, untuk saluran air kolam ikan cuma ada dua pipa yang hanya berukuran kecil saja sehingga mengakibatkan air penuh dan menekan bangunan tersebut menimbulkan jalan retak dan ambruk.

“ADD harus harus bisa berdampak baik bagi masyarakat, bagaimana desa ini kedepannya bisa berkembang, karena hanya menguntungkan oknum pejabat itu saja dan kami sebagai warga sangat merasa dirugikan akan hal ini,” ungkap warga itu, Sabtu (06/08).

Kepala desa Sipange Siunjam Masir Pulungan sekaligus pengelola ADD terkait pembangunan itu, tidak dapat ditemui dilokasi, akhirnya wartawan mencoba menelusuri dengan menanyakan kepala Desa sebelumnya Muhammad yunus Siregar melalui telepon selulernya, ia membenarkan pembangunan jalan rabat beton berasal dari ADD.

.“ pembanguaan ini memang sudah di musyawarahkan dengan warga dan pekerja diambil masyarakat desa Sipange Siunjam 20 – 25 orang pekerja dan diborongkan kepada Umala Nasution dari Desa Aek Badak, untuk masalah proses pembangunannya saya kurang tau kenapa bisa cepat rusak, saya juga dengar banyak masyarakat yang  mengeluh, kalau dievaluasi kembali pembangunan ini bisa dikatakan merugikan masyarakat karena tidak sesuainya bangunan dengan dana yang dianggarkan” ungkap Yunus lewat selulenya saat berada diperjalanan menuju Jakarta.

Melalui hal ini terkait penggunaan Dana Desa (DD) Ketua LSM KPK (Komunitas Pengawas Korupsi) Padangsidimpuan – Tabagsel Paisal Nasution saat ditemui dikediamannya angkat bicara, ia menegaskan seluruh kepala desa dan yang terkait harus benar -  benar transparan dalam mengalokasikan dana desa. Ini demi miningkatkan kesejahteraan dan memajukan perkonomian desa, serta memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan.

Ia juga mengatakan agar program dana desa jangan diserahkan kepada pihak inves  ( pemborong-red) sesuai dengan intruksi dan arahan Presiden Republik Indonesia.  Sebaiknya perangkat desa bisa memperdayakan masyarakatnya dan mengagendakan padat karya agar lebih mensejahterakan masayarakat desa.

“ Dalam pengelolaan dana desa ini kami sebagai lembaga Pengawas korupsi akan menampung informasi dan pengaduan masyarakat dan siap langsung melakukan investigasi kelapangan apabila ada oknum kepala desa yang melakukan penyalahgunan Anggran dana desa (ADD) yang berdampak kerugian kepada masyarakat dan negara. Maka kami meminta kepada seluruh Kepala desa maupun pemerintah yang terkait dalam melaksanakan kegiatan yang bersumber dari dana ADD harus dapat mempertanggung jawabkannya secara teknis, Administrasi dan hukum,” tegas PSL.

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia@gmail.com