Intelmedia.co Dewan pimpinan pusat organisasi Peo Gibran sudah terbentuk dan saat ini sedang mempersiapkan deklarasi sambil menunggu terbitnya...
Intelmedia.co Jumat 21/3/2025 banyak Isyu miring tentang pendidikan Firdaus oiwobo yang berseliweran di media sosial,namun setelah team media...
Intelmedia.co pendaftaran seleksi ketua pemberantasan korupsi  atau kpk sudah di mulai, dan beberapa calon telah mendaftarkan diri...
23 Juni 2019 | Dibaca: 1681 Kali
70 Orang keracunan makanan saat pelepasan murid dan kenaikan kelas

Cianjur, Intelmedia.co - Tragis, ada sekitar 70 orang keracunan makanan pasca acara pelepasan murid dan kenainakan kelas. Rabu, (19/6) lalu, di SDN Ciseureuh yang beralamat di Kampung Cisereuh RT. 02/02, Desa Jayagiri Kecamatan Sindang barang Cianjur Selatan.

Hingga kini, Sabtu (22/6) sebanyak 41 orang masih kritis dirawat di Puskesmas setempat, sementara sisanya dirawat dirumah masing-masing.

Tidak hanya itu saja, berdasarkan informasi dari warga dari keracunan tersebut dikabarkan dua orang meninggal dunia. Satu meninggal di Puskesmas dan satu lagi di rumahnya pada hari.

Usut punya usut, penyebab keracunan itu, diduga sehabis makan pindang ikan emas, pada hari Rabu 12 Juni 2019 lalu.

Informasi yang dihimpun awak media, perayaan pelepasan murid dan kenaikan kelas tersebut dilaksanakan di SDN Ciseureuh yang di hadiri oleh murid dan orang tua/wali murid serta warga sekitar. Sehingga di sekitar sekolah tersebut banyak pedagang bah pasar dadakan berbagai macam makanan, satu diantaranya penjual ikan pindang ikan mas.

Saat dihubungi awak media via aplikasi android, sekura pukul 21.00 WIB, mengenai adanya kejadian tersebut. Kapolsek Sindangbarang AKP Nandang, mengatakan, beberapa warga sekitar setelah memakan ikan pindang pada acara pelepasan murid dan kenaikan kelas disalah satu sekolah, sehingga mengalami mual dan muntah-muntah serta buang air besar (mencret/red). Tetapi warga tidak merasa keracunan dan menggangapnya itu hal biasa akibat perubahan cuaca (pancaroba).

"Pada hari Jum,at (21/6) kemarin, warga mulai ramai membicarakan sakit perut (mencret), sebagian berobat ke Puskesmas. Adapun upaya yang dilakukan pihak puskesmas mengecek ke lokasi untuk memastikan kejadian tersebut, dan hasil yang didapat yaitu masih ada korban-korban keracunan lainnya," katanya.

Kapolsek Sindangbarang juga mengatakan adanya korban keracunan yang meninggal dunia satu di Puskesmas dan satu lagi di rumah.

"Yang meninggal keracunan Ahmad Sadili (56) Bin H. Basaroh, warga Kampung Cisireum, RT. 02/03, Desa Jayagiri dirumahnya. Satu lagi tadi yang meninggal dunia atas nama Rindi (11) warga Kampung Cieurih, RT. 03/03, Desa jayagiri," terangnya.

Upaya dari pihak Kepolisian Sektor Sindangbarang, mendata para korban, memeriksa para saksi dan bukti-bukti sisa makanan.

"Setelah menerima adanya laporan kejadian tersebut, kami mengecek lokasi, mendata para korban kepihak puskesmas, memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yaitu sisa makanan yang diduga penyebab 'keracunan masal' yang sempat menghebohkan masyarakat Jayagiri. Dan kami pun sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Cianjur," pungkasnya.

Kips

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email : info@intelmedia.co