Intelmedia.co Dunia pengacara memang tidak pernah habis habisnya menelurkan kader kader terbaru dengan berbagai karakter. Banyak nama nama...
Intelmedia.co Pada hari selasa 16/8/2022 Komisi Pemilihan Umum mengumumkan beberapa partai yang lolos termasuk 16 partai yang di kembalikan...
Tangerang Banten ~ INTELMEDIA.CO ~ LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) pada 18 mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun terhitung dari masa...
28 Juli 2021 | Dibaca: 563 Kali
ANGKAT JEMPOL UNTUK PANGLIMA TNI "ORGANISASI PESAUDARAAN TIMUR RAYA ATAU PETIR MENGECAM TINDAKAN OKNUM APARAT POLISI MILITER TNI ANGKATAN UDARA," TRIMA KASIH UNTUK PENGLIMA TNI,DAN KAMI MEMINTA TOLON

Logo petir

Intelmedia.co

Sebuah video yang menunjukkan anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga beredar di media sosial dan pesan berantai WhatsApp. Dalam video berdurasi 1:20 menit terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria.
Salah satu anggota TNI AU itu menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu.

Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah membenarkan kejadian itu.

 


"Betul kejadiannya, kemarin siang di Merauke," kata Indan dalam pesan singkatnya kepada CNN yang dikutip oleh Intelmedia.co, Selasa (27/7/2021).

Indan mengatakan, saat ini oknum personel POM AU yang ada di video tersebut sudah ditahan POM AU Lanud J.A Dimara.

Indan tak menjelaskan secara rinci kronologi kejadian tersebut. Namun, dia menegaskan, TNI AU menyesalkan tindakan anggotanya.

"TNI AU sangat menyesalkan adanya kejadian," katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun intelmedia.co, kejadian itu terjadi pada Senin (26/7) sekitar pukul 10.00 WIT di jalan Raya Mandala.

Ketika itu, personel satpom AU berinisial Serda D dan Prada V hendak membeli makan di rumah makan padang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Mereka melihat ada banyak kerumunan orang. Selanjutnya kedua personel melihat cekcok antara seorang pria dengan penjual bubur ayam.

Kedua personel lalu mengamankan seorang laki-laki yang saat itu dalam keadaan mabuk. Pria mabuk itu memeras penjual bubur ayam dan juga kepada rumah makan padang pariaman serta kepada pelanggannya dengan cara meminta uang dan menarik narik tangan pelanggan.

Setelah mengamankan, Serda D menghubungi Polres via telpon namun tidak diangkat-angkat, selanjutnya orang tersebut dilepas dan disuruh pulang.

Info dari warga bahwa orang tersebut sering sekali melakukan hal yang sama dan juga sudah pernah diamankan oleh pihak berwajib. Belakangan juga diketahui bahwa pemilik rumah makan padang merupakan orang tua anggota TNI AU.

Sementara team intelmedia.co menyempatkan diri mewawancarai sekjen organisasi persaudaraan timur raya bernama M Firdaus Oiwobo SH di kediamannya bsd tangerang selatan pada hari rabu 28/7/2021.

Firdaus menyayangkan hal tersebut karena sangat mengganggu masyarakat Indonesia Timur,tindakan preventif yang di lakukan oleh oknum aparat terlalu over acting dan diluar kewenangannya sebagai anggota polisi militer.

Menurut firdaus kalau memang si terduga pelaku mabuk kenapa tidak di lakukan tindakan dengan cara yang santun dan lebih manusiawi,terlebih si terduga pelaku yang dikatakan pemeras atau pemabuk adah seorang yang tunawicara alias bisu.

" saya sangat menyayangkan dengan kejadian tersebut,video ini tersebar dimedia sosial dan lagi lagi menyakitkan hati kami masyarakat timur,karena menurut kami tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang aparat,apalagi seorang yang berprovesi sebagai polisi militer,harusnya kedisiplinannya lebih tinggi di banding anggota TNI lainnya,karena tindakan ini menurut kami spontan dan diluar kewenangan dan tugas pokok dari polisi militer,seharusnya oknum TNI ini tidak over acting dalam menyikapi permasalahan ini,karena akan menimbulkan preseden buruk bagi Tentara nasional Indonesia di tengah masyarakat,ini sangat mencemarkan nama TNI.

Bagaimana si terduga pmerasan ini di katakan memeras ,sementara berbicara saja sulit,mungkin saja dia teriak karena lapar,dimasa pandemi ini semua bisa terjadi,oleh karena itu saya berharap kepada aparat pemerintah juga jangan lakukan tugas dengan cara over acting"ujar firdaus.

Firdaus menyatakan bahwa saat ini masyarakat wilayah Timur yang tergabung dengan 12 provinsi di indonesia timur sudah mendirikan organisasi yang di beri nama persaudaraan timur raya atau Petir.

Organisasi ini didirikan bertujuan untuk melindungi Hak Hak dari masyarakat Indonesia timur dalam bernegara tanpa mengesampikan pancasila dan Bhineka tunggal Ika.

Organisasi petir ini terbilang besar karena menggabungkan beberapa elemen masyarakat di provinsi Indonesia timur seperti Maluku,papua,sulawesi,NTT,NTB,gorontal,papua barat,papua,maluku utara,bali.

Menurut firdaus bahwa tindakan lembaga TNI sudah sangat provesional dalam menindak oknum anggota TNI AU tersebut,petir pun memberi jempol kepada panglima TNI karena telah bersikap provesional dan tegas.

" kami bangga punya panglima TNI seperti bapak Jendral Hadi,karena beliau sosok petinggi TNI yang sukses menjadikan TNI provesional memimpin TNI,dan dapat menjadi contoh bagi petinggi TNI dimasa yang akan datang," ujar firdaus mengakhiri.

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com