AWAL NYA SEHAT SEHAT SAJA,NAMUN USAI DI VAKSIN ANGGOTA LEMBAGA KPK BANTEN LEMAS,CUMA BEBERAPA HARI DIRUMAH SAKIT AKHIRNYA MENINGGAL DUNIA"TEAM LEMBAGA KPK BERNIAT AKAN MENGGUGAT PIHAK KESEHATAN
Intelmedia.co 28/6/2021
Satu lagi muncul berita tak sedab dari korban vaksin,kali ini menimpa anggota lembaga komunitas pengawas korupsi provinsi banten,minggu lalu almarhum solihin ikut program vaksin,karena ingin patuhi anjuran pemerintah,tak lama di vaksin solihin merasa pusing pusing dan mengadu kepada pimpinan lkpk provinsi banten untuk ijin istirahat, tak berselang beberapa hari akhirnya alm.solihin meriang dan dirawat di rumah sakit sintanala tangerang.
Almarhum SOLIHIN meninggal seminggu setelah di Vaksin,dan hanya hitungan hari solihin langsung meninggal,padahal hasil test sweb minggu sebelumnya almarhum solihin negative covid 19,dan anehnya lagi saat ini mayatnya mau di bawa pulang malah di bilang covid sama dokter,melihat ada gelagat ga beres akhirnya team lembaga KPK dan team intelmediapun datangi rumah sakit sintanala tangerang untuk memastikan anggotanya yang bernama solihin, dirwaster lkpk banten menyatakan aneh atas kematian anggotanya,akhirnya direktur pengawas teritorial lembaga kpk provinsi banten menurunkan anggotanya untuk melaksanakan investigasi,
" kami malam ini turunkan anggota untuk memastikan apakah anggota kami ini benar meninggal karena covid,karena beliau sebelum di vaksin adalah orang yang sehat wal afiat,maka saya minta pada pemerintah agar bertanggung jawab atas hal ini,jangan sampai ada lagi korban vaksin dan korban di covidkan oleh pihak rumah sakit " ujar ilham.
Namun saat team intemedia.co menghubungi ketua umum lembaga kpk M Firdaus Oiwobo SH untuk mempertanyakan tanggapannya terkait hal tersebut,firdaus menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap petugas kesehatan yang telah memvaksin anggotanya tersebut tanpa di periksa terlebih dahulu secara intensive kesehatannya.
"Kami jelas akan melayangkan somasi kepada pihak kesehatan yang telah memvaksin anggota kami tersebut hingga terjadinya kematian,kami akan mempertanyakan spesifik tentang tatacara cara memberi dan menerima vaksin,namun jika jawabannya tidak sesuai maka kami akan melayangkan gugatan ke pengadilan"pungkas firdaus. (red# syh)