Tangerang ~ Intel Media Bima/intelmedia.co ~ Pada hari sabtu  (11 april 2021). menanggapi perihal laporan saudara Rio refan di polda metro jaya...
Bima ~ Intel Media Bima ~ Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, diundang oleh Presiden Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam Rapat Terbatas...
Bima ~ Intel Media Bima ~ Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, diundang oleh Presiden Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam Rapat Terbatas...
04 Oktober 2020 | Dibaca: 528 Kali
DAUN SUJI,DAUN KELOR DAN BAWANG PUTIH MENTAH SELAMATKAN NYAWA ANGGOTA ORGANISASINYA DARI COVID 19"PENGACARA COWBOY SARANKAN KEPADA ANGGOTA UNTUK MENGKONSUMSINYA

Daun suji

Intelmedia.co

Baru baru ini M firdaus Oiwobo,Sh yang saat ini menjabat sebagai ketua umum lembaga komunitas pengawas korupsi,ketua umum komite wartawan reformasi indonesia dan ketua umum beberapa organisasi nasional menghubungi anggotanya yang rutin bertugas dpp lembaga komunitas pengawas korupsi bilangan tangerang selatan, karena dianggap tidak pernah lagi aktif dan menghubunginya,selang beberapa lama tidak menghubunginya,lalu firdaus berinisiatif menghubungi anggotanya yang berinisial Erw tersebut.

Saat di hubungi via telfon cululler Erw sempat tidak bisa di hubungi,karena hand pone nya mati dan tidak bisa di bubungi,akhirnya setelah beberapa hari kemudian tanggal 28 september 2020 firdaus berhasil menghubungi Erw yang ternyata menurut pengakuan Erw sudah sakit selama hampir 2 bulan yang menurutnya akibat terserang virus corona atau covid 19.

Erw mengatakan bahwa dirinya sengaja tidak menghubungi firdaus karena takut tersiar ramai di publik dan berakibat dikarantina dirinya oleh gugus tugas.

Namun firdaus sempat menasehati akan tindakan anggotanya tersebut karena membahayakan lingkungan sekitar,namun Erw menyatakan bahwa dirinya tidak pernah keluar rumah dan mencoba berobat sebisanya.

Erw mengaku bahwa awal mula dirinya terkena corona sekitar 2 bukan lalu dan tubuhnya terasa lemas dan menggigil,badanya panas seakan akan ingin flu,namun setalah beberapa hari meriang,dirinya mencoba minum obat warung karena dianggap nya itu penyakit biasa atau flu biasa.

Namun semakin hari sakitnya tidak kunjung sembuh dan semakin parah,hingga beberapa minggu penciumannya hilang, dan lidahnya terasa pahit serta tenggorokannya tidak bisa menelan bahkan ludah sekalipun,nafasnyapun tersengal pendek.

Erw pun panik dan pasrah,dirinya telah pisah tempat tidur dengan anak istrinya.anak istrinya tidur dilantai 2 rumahnya.yang dilakukannya hanya minum air hangat dan makan makanan panas serta minum air minyak kayuputih yang di campur air hangat.

Saat dihubungi oleh firdaus melalui telfon celuller erw mengaku sedang lemas dan kurang bisa mencium bau atau wangi wangian.

Tubuhnya lunglay karna sebulan lebih dilanda penyakit yang menurutnya sudah pasti corona.

Erw yang saat ini berusia hampir 60 tahun mengaku pasrah saat dirinya terkena penyakit yang ciri cirinya mirip dengan corona.

"Saya saat itu pasrah saja,karena tidak ada daya upaya ,mau berobat pun ga punya biaya.takut dikarantina juga.

Apalagi saat ini saya dengar sudah banyak yang seumuran saya tidak tertolong di rumah sakit.ya semakin parno aja saya.

Nah untungnya saya di hubungi ketum ,dan di anjurkan minum rebusan daun suji tiap pagi hari saat perut masih kosong,dan siangnya saya disuruh makan sayur daun kelor pakai nasi dan lauk sambil makan bawang putih mentah di gado pakai nasi dan sayur kelor.nikmat rasanya.dan sudah beberapa hari ini saya rasakan bahwa diri saya mulai sembuh dari penyakit yang saya anggap itu adalah corona.

Saya yakin sekali kalau itu sakit corona,saya rasakan sama seperti gejala yang di beritahu oleh pemerintah indonesia.

Setelah mengkonsumsi daun suji dan daun kelor serta bawang putih,saat ini tubuh saya terasa normal kembali,hanya beberapa hari saya minum itu langsung kontan saya rasakan pulih kembali kesehatan saya.

Tadinya saya kalau berjemur di bawah matahari mau napas panjang saja susah.narik napas panjang seperti ada yg ganjal didada saya.

Dan kini setelah ikut anjuran ketum untuk minum daun suji.nafas saya kembali pulih dan saya insya allah akan kembali aktif dilembaga kpk untuk mengawasi pejabat yang korupsi"ujar erw.

Sementara itu di tempat terpisah team intelmedia.co sempat menghubungi M Firdaus Oiwobo Sh sebagai narasumber yang mempunyai ide untuk mengobati corona dengan daun suji dan daun kelor tersebut.

Firdaus mengatakan bahwa dirinya mempunyai keyakinan bahwa corona bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi daun suji,daun kelor dan bawang putih mentah." Saya sendiri sudah mearasakan kasiat daun suji,daun kelor dan bawang putih mentah.

Saya rutin setiap makan wajib di tambah bawang putih mentah yang belum di iris iris,kita gigit saja langsung saat kita sedang makan nasi dan lauk.lalu sayuran dari daun kelor kita makan juga.nah kalau sudah kena penyakit yang berkaitan dengan urusan paru paru maka saya hanya rutin meminum rebusan air daun suji.

Karna saya sendiri sudah lakukan hal tersebut dan sudah banyak juga anggota dan kerabat saya yang sembuh dari sakit paru paru kronis karena minum rebusan air daun suji.

Dulu saya kena penyakit brokhnitis akut,sampai badan saya kurus kering.

Dan ketika saya ikuti anjuran kawan saya untuk meminum tebusan daun suji dan kelor,alhasil badan saya gemuk dan tidak batuk batukan lagi.

Menurut saya corona ini kan yang diserang adalah paru paru.nah makanya saya anjurkan kepada anggota saya yg paru parunya rusak segera minum rebusan air daun suji,udah banyak kawan dan anggota saya yang kena sakit paru paru kronis sembuh.

Mau percaya atau tidak ya terserah,karena anggota sayapun sudah ada yang sembuh dari corona karna minum rebusan air daun suji.

Memang belum ada uji klinis nya tentang daun suji sebagai obat corona, tapikan buktinya  saya dan anggota saya yang sudah beberapa bulan kena corona bisa sembuh setelah  4 hari minum rebusan air daun suji dan makan sayur kelor serta bawang putih mentah.

Kalau masalah kebenarannya ya kita serahkan kepada ahlinya,yaitu dokter.

Kita kan hanya mencoba obat obatan tradisional yang ada di negri kita ini.

Bawang putih adalah obat stamina,dan bawang putih bisa meningkatkan imunitas tubuh kita.

Nah saran saya kepada pemerintah jika memang daun suji dan daun kelor ini bermanfaat.maka mulai sekarang galakan lah nanam daun suji dan daun kelor serta bawang putih.

Namun semua ini kan tergantung lagi dari ALLAH SWT sebagai pencipta alam semesta"pungkas firdaus

Penjelasan tentang daun suji,

Daun suji dikenal sebagai salah satu pewarna hijau alami pada makanan. Fungsi ini sebetulnya mirip dengan daun pandan, hanya saja warna hijau yang dihasilkan oleh daun suji digadang-gadang lebih pekat daripada pandan.

Suji (Pleomele angustifolia) adalah tanaman perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 meter. Tanaman ini juga dicirikan dengan cabangnya yang banyak, daunnya yang runcing, serta memiliki bunga yang kekuning-kuningan hingga putih.Di balik kemampuannya untuk menaikkan level tampilan makanan, daun suji juga mengandung manfaat untuk kesehatan yang tidak bisa diremehkan. Apa saja manfaat yang dimaksud?

Kandungan nutrisi yang terdapat pada daun suji

Warna hijau yang dihasilkan oleh daun suji merupakan hasil ekstraksi dari kandungan klorofil yang terdapat di dalamnya. Berdasarkan penelitian, daun suji mengandung klorofil 1% yang dapat dimanfaatkan untuk menangani berbagai masalah kesehatan.Selain itu, daun suji juga mengandung sejumlah zat fitokimia yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Fitokomia yang dimaksud adalah alkaloid, flavonoid, tannin, terpenoid, saponon, polifenol, monoterpenoid, sesquiterpenoid, dan glikosida.

Manfaat daun suji

Berdasarkan kandungan di atas, berikut manfaat daun suji yang dapat Anda rasakan:

Mengatasi masalah pernapasan. Sebagai obat tradisional, air perasan daun suji banyak digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, terutama batuk. Selain itu, air perasan ini juga dipercaya dapat menyehatkan paru-paru, terutama pada penderita asma dan pasien yang mengalami sesak napas, bahkan penyakit tuberkulosis (TBC).

Menaikkan berat badan dengan cara meningkatkan nafsu makan.

Menyuburkan rambut dan menyehatkannya.

Mengatasi jamur karena kandungan saponin yang bersifat antifungal. Contoh jamur yang paling efektif diberantas oleh ekstrak daun suji adalah Cryptococcus neoformans, yaitu jamur yang sering terdapat pada hewan maupun tanaman dan dapat menginfeksi juga manusia dengan sistem imunitas rendah, seperti penderita HIV/AIDS.

Membantu menyembuhkan disentri karena kandungan saponin pada daun suji juga bersifat antibakteri, terutama efektif membunuh bakteri dysentriae. Selain itu, manfaat daun suji ini juga datang dari kandungan potasium di dalamnya yang sekaligus bisa mengatasi disentri hipokalemia.

Menurunkan kolesterol karena daun suji kaya akan flavonoid.

Menurunkan risiko preeklampsia karena kandungan magnesium sebagai salah satu komponen klorofil yang banyak terdapat pada daun suji. Meskipun Anda tidak mengalami preeklampsia atau eklampsia, konsumsi daun suji juga bisa mempercepat penyembuhan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).

Selain berbagai manfaat di atas, daun suji juga sudah diolah menjadi suplemen atau jus dengan ‘menjual’ manfaat klorofil bagi kesehatan. Klorofil memang memiliki kandungan kimia yang mirip dengan hemoglobin prostetik (heme) yang digadang-gadang mampu melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit.


Bagaimana cara mengolah daun suji?

Mulai dari kue klepon, kue sifon, hingga cake modern lainnya bisa menggunakan air daun suji sebagai pewarna hijaunya. Namun untuk mendapatkan efek ini, Anda terlebih dahulu harus mengenal beberapa karakteristik dari daun suji.Pertama, daun suji hanya menghasilkan warna hijau, tapi tidak menghasilkan aroma harum seperti daun pandan. Untuk itu, banyak pakar kuliner yang mengombinasikan kedua daun ini untuk membuat makanan tertentu.Perbandingan penggunaan daun ini bisa menyesuaikan, namun biasanya 10 daun suji berbanding 1 daun pandan. Bila Anda ingin warna hijau lebih pekat, gunakan lebih banyak daun suji. Sedangkan bila ingin lebih harum, tambahkan daun pandan lebih banyak.Kedua, bentuk daun suji dan daun pandan sama-sama berujung runcing, namun daun suji lebih pendek, tidak bertulang tengah, dan warnanya lebih gelap. Pastikan Anda memilih daun suji yang masih mulus, tidak ada lubang, noda hitam, maupun cacat pada permukaan daun.Untuk mengolahnya, Anda bisa menggunting daun terlebih dahulu, menambahkan air, kemudian menghancurkannya dengan blender. Setelah itu, saring air daun dan buang ampasnya.(red# Syh)

Alamat Redaksi
Jalan A.Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com