Intelmedia.co Dunia pengacara memang tidak pernah habis habisnya menelurkan kader kader terbaru dengan berbagai karakter. Banyak nama nama...
Intelmedia.co Pada hari selasa 16/8/2022 Komisi Pemilihan Umum mengumumkan beberapa partai yang lolos termasuk 16 partai yang di kembalikan...
Tangerang Banten ~ INTELMEDIA.CO ~ LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) pada 18 mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun terhitung dari masa...
13 Mei 2021 | Dibaca: 477 Kali
Diduga Insiden Buang ID-Pers Dan Dihapuskan Hasil Liputan ID- Pers Kembali Terjadi, Ketua MIO Bima Akan Laporkan Oknum Polres Bima Kota

BIMA ~ Intel Media Bima/intelmedia.co ~ Lagi-lagi jurnalis jadi korban, Baru beberapa hari insiden tindakan kekerasan terhadap jurnalis terjadi, kini hal serupa kembali terjadi dialami oleh wartawan (Jurnalis red) Kabupaten Bima NTB.

 

Ketua Media Independen Online atau disingkat (MIO- INDONESIA) Kabupaten Bima Muhtar akan melaporkan oknum Polres Bima Kota diduga merusak dan membuang gantungan ID- Pers wartawan tintarakyat.com member of MIO, pada saat hendak melakukan peliputan aksi di pos  perbatasan Rasanae Timur, Kelurahan Kumbe, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, Rabu, 12  Mei 2021, sekitar pukul 8:45 wita.  


"Kami media member of MIO akan melaporkan ke Propam Polres Bima Kota  usai lebaran. Kasus pelecehan profesi wartawan dilakukan oknum polisi itu, kami akan kordinasikan dengan Ketua Pengurus Wilayah (PW) NTB, hingga Ketua Dewan Pengurus Pusat (PP) MIO Indonesia untuk mengusut tuntas. Ini tidak dibisa ditoleril karena menurut korban bahwa oknum polisi itu selain membuang gantungan ID- Pers wartawan, tetapi juga menghapus semua data dan dokumen hasil liputannya tersebut," kata Muhtar.


Muhtar menegaskan, apapun "dalih " dari oknum polisi tersebut nantinya itu tidak jadi soal. Pada prinsipnya bahwa tindakan itu kuat diduga perbuatan dengan sengaja  melawan hukum, mengahambat, menghalang- halangi tugas wartawan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 8 ayat (1) UU nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. 


"Saya pastikan tindakan oknum polisi itu tidak akan dimaafkan hingga diproses peradilan hukum nantinya. MIO Indonesia di 34 provinsi akan mengawal hingga dipastikan oknum polisi melepas baju kebeserannya sebagai abdi negara yang saat sekarang masih melekat dalam tubuhnya," tegas Muhtar.


Pria yang juga Pemimpin Redaksi LintasRakyat.Net itu menambahkan,, tindakan oknum polisi itu selain kuat diduga melanggar ketentuan UU pokok Pers, namun juga tidak mencerminkan sebagai abdi negara yang taat dan patuh atas pilar demokrasi yang keempat. 


"Kami akan membuat efek jera oknum polisi itu. Lihat saja setelah laporan kami masuk," pungkas pria yang juga aktif sebagai Kontributor Majalah Edukasi wilayah NTB itu.  (Red/IMB/01).

 

Guna Seimbang Berita ini Sementara kepada pihak jajaran Polri, Mapolres Bima kota belum bisah dihubungi, sembari menunggu tanggapan dari kepolisian, berita ini ditayangkan Oleh Media ini.

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com