Dirikan warung bambu dipuncak bogor seorang pensiunan pejabat kehutanan mengelus dada "warung bambu saya mau dibongkar"
Intelmedia.co
Hiruk pikuk liarnya gerakan satpol pp kabupaten bogor di puncak membuat masyarakat geram,pasalnya kegiatan pembongkaran yang dilaksanakan oleh pemkab bogor terkesan membabi buta,bagaimana tidak kehadiran satpol pp kabupaten bogor saat ini membuat masyarakat semakin trauma
Kejadian ini diperparah lagi dengan kurang manusiawinya proses pembongkaran sehingga membuat trauma bagi masyarakat puncak khususnya anak anak kecil di bawah umur
Rasa trauma itu berimbas sangat luas kepada kehidupan masyarakat puncak yang sudah mendiami dan berdagang lokasi tersebut selama puluhan tahun
Sehingga menimbulkan rasa antipati terhadap satpol pp pemkab bogor
Kejadian pembongkaran yang tidak di sertai sosialisasi dan penyediaan trauma centre bagi anak anak sangat di sesali oleh warga
Warga puncak menilai pembongkaran tersebut seakan akan tidak mengindahkan hak azasi manusia
Pemkab bogor dianggap arogan dalam melaksanakan pembongkaran tanpa mengindahkan undang undang dan alas hukum yang dimiliki masyarakat atas tanah dan rumah serta warung mereka
Pembongkaran inipun ternyata akan menimpa juga salah satu mantan pejabat kehutanan,pejabat kehutanan yang pernah menjabat sebagai kepala dinas kehutanan ini mengelus dada,bagaimana tidak warung bambu yang baru di bangunnya sudah di peringati akan di bongkar oleh pemkab bogot melalui surat yang di layangkan oleh kasatpol pp kecamatan cisarua
Tak ayal surat itu membuat hatinya mengelus dada,padahal dirinya mengaku selama berdinas sudah mencoba mengabdi dengan baik kepada negara Republik Indonesia
"Saya membuat warung ini karna ingin mengisi masa pensiun saya ditanah milik kehutanan ini,masa iya saya mau digusur di tanah yang saya rawat selama bertahun tahun selama dinas di kementrian kehutanan
Sayapun bingung,alasan pemkab bogor mau membongkar warung saya ini apa,padahal kan saya tahu persis perkembangan kehutanan di kabupaten bogor ini,karna sejak sekolah dasar saya sudah di cisarua ini,sampai kini saya pensiun dari dinas kehutanan kembali mengisi hari tua saya disini dengan mencari rezeki yang halal
Warung inipun saya dirikan hanya dari bambu,lantas apa sih masalah yang seriusnya
Kalau memang alasannya longsor dan bahu jalan,saya hanya tersenyum
Karna saya tahu persis tentang tataruang kehutanan yang ada di pemkab bogor ini
Saya akan mengecam aksi premanisme yang akan di lakukan oleh satpol pp kecamatan cisarua
Saya sudah masuk dalam organisasi pedagang puncak yang telah berbadan hukum
Dan kami bukan pedagang liar,semua surat dari kementrian dan daerah kami sudah punya,yang artinya siapa yang arogan di puncak ini akan kelihatan"ujar jalaludin sarjana pertanian yang baru baru ini pensiun dari kementrian kehutanan
Team intelmedia juga menyempatkan diri untuk mewawancarai pedagang puncak lainnya yang bernama adang
Menurut adang tindakan pembongkaran yang di lakukan pemkab bogor terlalu arogan dan tidak mengindahkan alas hukum yang mereka miliki
"Saya ini ada di puncak ini sudah puluhan tahun dan saya tahu persis apa yang terjadi di puncak
Perjalanan puncak bagaimana dan seperti apa saya tahu persis,makanya di puncak ini mai berapa kali di bongkar juga masyarakat tetep aja bangun lagi warungnya
Karna kami disini sumber mata pencariannya adalah berjualan di warung kakilima puncak sejak nenek moyang saya di sini
Jadi saya berpesan agar pemkab bogor jangan terlalu arogan dalam melakukan pembongkaran"jelas adang
Diwaktu yang berlainan team intelemdia juga sempat mewawancarai kuasa hukum warga puncak yang juga menjabat sebagai ketua umum pedagang puncak bogor cianjur,dialah M Firdaus Oiwobo SH alias pengacara cowboy
Sang pengacara merasa kecewa karna tindakan satpol pp kabupaten bogor di anggap arogan,menurut firdaus kegiatan pembongkaran rumah dna warga warga puncak bisa di kategorikan patut diduga melanggar undang undang nomer 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan masyarakat umum dan undang undang nomer 39 tahun 1999 tentang hak azasi manusia dan juga undang undang agraria nomer 5 tahun 1960
Firdaus mengatakan bahwa pembongkaran pembongkaran yang terjadi di wikayah puncak bogor terlalu mengedepankan kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan kementrian PUPR
"Saya sudah layangkan surat keberatan kepada satpol pp pemkab bogor,bahkan saya sudah melayangkan gugatan perdata dipengadilan negri bogor cibinong
Saya menggugat satpol pp karna ingin mempertanyakan alasan mereka membongkar secara jelas ,agar tidak sepotong sepotong infonya ketengah masyarakat
Karna selama ini saya mendegarlangsung bahwa pemkab bogor serta jajarannya sering mengatakan bahwa pembongkaran tersebut adalah instruksi dari kementrian PUPR
Makanya dalam gugatan saya juga saya minta agar pemkab bogor menunjukan surat permohonan pembongkaran rumah warga dan warung dari kementrian PUPR
Jangan sampai kementrian PUPR dijadikan kambing hitam oleh oknum pejabat pemkab bogor
Karna yang kami dengar pembongkaran tersebit syarat dengan aroma kepentingan pribadi pejabat trantin kab.bogor
Kami menduga bahwa pemkab bogor bekerjasama dengan perusahaan yang akan menanamkan modalnya dipuncak untuk membangun lokasi wisata dipuncak kab bogor
Saya akan buktikan di persidangan siapa yang konyol dalam hal ini"ujar firdaus
Dirinya akan tetap menempuh jalur hukum sehingga masalah pembongkaran ini tidak lagi terkesan liar dan ngawur
"Dipuncak ini kalau mau mengacu kepada undang undang ,maka jangankan banguna permanen,batako saja sebenarnya tidak boleh
Karna di puncak ini adalah paru paru indonesia yang perlu dilindungi
Disitu ada pepres dan kepres serta undang undang yang harus dihargai dan dijalankan
Sayapun sudah berbicara dengan pejabat satpol pp kecamatan cisarua,ketika saya tanyakan atas perintah siapa surat pembongkaran itu,beliau ngga bisa jawab karena gugup
Dan pejabat satpol pp ini selalu bicara bahwa atas dasar surat dari kementrian PUPR
Namun ketika saya tanya mana suratnya,ka satpol pp kecamatan cisarua tidak bisa menunjukan dan melempar lagi tanggung jawab kepada satpol pp kabupaten bogor
Lantas kalau surat nya saja sudah ga jelas maka dasarnya mereka membongkar ini apa
Kalau ini diamkan terus menerus, maka saya khawatir ini akan menjadi penyakit hati di seluruh pejabat trantib atau satpol pp kabupaten bogor
Tapi kami akan tetap berkordinasi dengan pemkab bogor dalam mencari solusi terbaik untuk masyarakat puncak yang tinggal dan berdagang di puncak selama bertahun tahun,semoga pemkab bogor membuka hati kepada masyarakat puncak khususnya para pedagang puncak"pungkas firdaus mengakhiri(Red#Syh)