SI R MANTAN NAPI DI KEROYOK PETUGAS/PEGAWAI RUTAN TANJUNG GUSTA HANYA MENONTON TANPA TINDAKAN APA PU
INTIMIDASI DAN PENGEROYOKAN TERJADI DI DALAM RUTAN TANJUNG GUSTA YANG DI LAKUKAN OLEH MOHAN,SANGKER,RAGU,FRAN,SIWIJAI GENGSTER DI DALAM RUTAN YANG DI LINDUNGI KARUTAN
Gambaran ilustrasi terjadinya pengeroyokan di dalam rutan Tanjung Gusta medan terhadap napi petugas hanya menonton saja
Intimidasi dan Kekerasan di Dalam Rutan Tanjung Gusta Medan: Napi Dikeroyok, Petugas Hanya Melihat Tanpa Tindakan
INTELMEDIA.CO SUMUT-Medan, Kamis,20/08/2026 Sebuah rekaman visual yang menggambarkan situasi ketegangan di dalam Rutan Tanjung Gusta Medan menimbulkan kecaman publik. Gambar tersebut menunjukkan terjadi pengeroyokan terhadap seorang napi yang berinisial R di tengah dalam rutan, sementara sejumlah petugas yang seharusnya menjaga keamanan justru hanya berdiri menonton tanpa melakukan upaya apa pun untuk melerai kuat dugaan para petugas itu takut kepada salah satu napi yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut yaitu Mohan(sebagai pimpinan) pergerakan pengeroyokan tersebut,Mohan ini juga salah satu napi yang memiliki kedekatan terhadap KARUTAN (R1) Tanjung Gusta medan sehingga para pegawai/petugas rutan lainnya pun takut dan patuh akan perintahnya,Mohan juga bebas tanpa di kerangkeng dan bebas melakukan aktivitas apa saja seperti menggunakan hp dan lainnya karena beliau di duga membayar untuk mendapatkan fasilitas tersebut kepada karutan tanjung Gusta Medan Bapak Andi Surya.
Berdasarkan visual yang beredar, terlihat beberapa orang napi terlibat dalam situasi ketegangan yang mengarah pada tindakan pengeroyokan kepada si R saat menjelang waktu kebebasan si R akan tiba. Sementara itu, beberapa petugas rutan terlihat berada di lokasi, namun tidak ada tindakan nyata untuk menghentikan kekerasan, memisahkan pihak-pihak yang terlibat, atau memberikan perlindungan kepada korban petugas/pegawai hanya bisa menonton saja kejadian tersebut yang di lakukan oleh kelompok pimpinan Mohan yang membawa rekannya antara lain Sangker,Rag,Siwaji dan Frans mereka patuh menerima perintah dari Si Mohan. Sumber di lapangan menyatakan bahwa insiden ini bukan pertama kalinya terjadi di dalam rutan tersebut.
Selama beberapa waktu, sudah ada laporan terkait lemahnya pengawasan petugas/pegawai RUTAN TANJUNG GUSTA ini di karenakan adanya kedekatan Si MOHAN terhadap KARUTAN (RI1), adanya intimidasi antar-napi, serta kurangnya penindakan terhadap kasus kekerasan yang terjadi di dalam tahanan ini sebagai contoh buruknya Pengawasan di dalam rutan atau juga akibat dari adanya perlakuan khusus terhadap tahanan yang mampu membayar dan membeli kebebasan di dalam RUTAN TANJUNG GUSTA MEDAN tersebut kepada Petinggi Rutan sehingga si Mohan ini bisa berbuat semena-mena kepada napi lainnya mau pun kepada pegawai RUTAN TANJUNG GUSTA MEDAN.
Pihak keluarga korban merasa kecewa dengan kelalaian yang diduga dilakukan oleh petugas Rutan Tanjung Gusta,Mereka menuntut agar kasus ini segera diselidiki secara transparan, pelaku kekerasan diproses sesuai hukum, dan petugas yang lalai dalam menjalankan tugas juga dimintai pertanggungjawaban karena dalam hal ini sudah jelas melanggar aturan yang sudah di tetapkan UU NO.22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan - mengatur seluruh sistem pembinaan, pelayanan, pengamanan, dan hak warga binaan di Rutan, Lapas, LPKA.
“Kami tidak bisa diam saja. Ini bukti bahwa sistem pengawasan di dalam rutan Tanjung Gusta medan tidak berjalan dan kami meminta pertanggungjawaban baik dari pihak MOHAN,SANGKER,SIWIJAI,RAGU DAN FRANS sekaligus dari pihak Rutan terutama kepada KARUTAN ANDI SURYA yang telah memberikan fasilitas khusus terhadap mereka terutama kepada Mohan yang telah membayar sejumlah uang kepada KARUTAN sehingga Mohan mendapatkan kebebasan tanpa di kerangkeng,istilah kata di dalam rutan ADA UANG DIALAH PENGUASA DAN DAPAT MENGATUR SEGALANYA DI DALAM RUTAN."ujar dari keluarga mantan napi yang sempat mengalami kekerasan yang di lakukan Mohan dkk di dalam rutan
"Nyawa dan keselamatan napi seharusnya menjadi tanggung jawab penuh petugas,bukan malah menontoni saya di keroyok oleh Mohan,sangker,ragu,Siwaji dan frans” ujar salah satu korban yang sempat mengalami pengeroyokan di dalam rutan Tanjung Gusta medan Sampai saat ini, pihak Rutan Tanjung Gusta Medan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Pihak keluarga korban mendesak otoritas terkait permasalahan ini untuk segera menindak lanjuti, memastikan keamanan di dalam rutan, dan mencegah terulangnya kasus kekerasan yang sama akan terjadi di lakukan oleh Mohan dkk tidak ditangani tersebut,sampai saat ini pihak rutan Tanjung Gusta medan hanya diam saja bahkan Mohan memerintahkan beberapa orang untuk meneror/mendatangi dan mengancam mantan napi R tersebut agar tidak buka suara terkait permasalahan ini mau pun terkait KEBUSUKAN yang terjadi di dalam rutan Tanjung Gusta medan karena semua dokumentasi baik vidio,foto dll terkait Peredaran narkoba,napi bebas menggunakan hp,pungli terjadi terhadap napi yang di lakukan oleh pegawai/petugas rutan Tanjung Gusta medan itu semua ada di tangan mantan napi tersebut si R.
(SMH)