Tangerang Banten ~ INTELMEDIA.CO ~ LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) pada 18 mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun terhitung dari masa...
Tangerang ~ Intel Media Bima/intelmedia.co ~ Pada hari sabtu  (11 april 2021). menanggapi perihal laporan saudara Rio refan di polda metro jaya...
Bima ~ Intel Media Bima ~ Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, diundang oleh Presiden Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam Rapat Terbatas...
07 April 2021 | Dibaca: 434 Kali
JILID KE 10, ANCAMAN HUKUM DARI STAFSUS BERJATAH JABATAN DI GEOPARK, Bunga Rampai Festival Pesona Tambora 2021

Mataram NTB & Jakarta ~ Intel Media Bima/intelmedia.co ~ Pada Hari Selasa kemarin (06/04/2021) Beberapa Sumber Menyoroti Destinasi Wisata Geopark Rinjani Lombok timur Dan Geopark Tambora. Tim Intelmedia dan Pemangku Sasambo masih menyimpan screenshot percakapan WhatsApp itu, bahkan rekaman wawancara dengan Pejabat Bappeda NTB. Dan bagaimana pendapat pengurus Pokjamas Sarae Nduha, saudara Bobby. Tentang  narsis dimedsos nya stafsus Gubernur NTB. Tentang festival pesona tambora menyapa Dunia, yang lucu ibarat ketoprak di tahun 2021 ini?.


"Seperti yang disampaikan Bang Gunawan Salaja Bima Dompu, si Hadi Santoso itu hanya bekas tim sukses Zulrohmi, sama seperti Stafsus-stafsus lain, mereka bekas gelandangan politik, tidak memiliki kemampuan. Tipikal orang seperti dia modelnya narsis di medsos, nihil prestasi di lapangan, mereka semua tipikal NATO (Not Action Talk Only).


Lanjutnya, Dapat disimpulkan secara interaktif bahwa para stafsus dan eks timses asli Bima Dompu yang ada dilingkar Zulrohmi itu adalah tipikal psikobroked, mereka tidak progressif seperti orang Bima Dompu lainnya, akan tetapi agak feminim, sok agamais, dan membanggakan gelar dan penampilan, "apa-apa bicara hukum" padahal mereka adalah pemain politik yang culas dan penuh muslihat.


 "jauh dari jiwa juang mewujud kemaslahatan seperti marwah perjuangan Partai Keadilan, karena mereka memang bukan kader militan, tidak memiliki idealisme dan garis perjuangan pergerakan rakyat centang perenang, mereka hanya bunglon, kutu loncat yang selalu berubah warna sesuai kepentingan dan kebutuhan". Turut Bang Gunawan Pengurus Pokjamas..


Selain Tanggapan Bang Gunawan, dan Apa Tanggapan Pak Amiruddin, tokoh Pemuda Kecamatan Sanggar atas dominasinya staff khusus Gubernur NTB pada kepengurusan Geopark dan Biospher Tambora Samota Pulau Sumbawa, yang konon katanya langsung jatah masuk tanpa test ini?.


Menanggapi Pertanyaan Awak Media ini. Pak Amiruddin, Mengucapkan bahwa. "Stafsus-stafsus Zulrohmi ini adalah sisa orang Bima Dompu yang cari enak, mereka tidak lekang berjuang bersama Ahyarmori, AliBDSakti, Suhaili Amin. Mereka stafsus ini dulu secara personal lebih memilih paduan SDM Sumbawa dan Lombok dalam trah eks TGB, padahal berapa kali periode kepemimpinan gabungan Lombok-Sumbawa terhadap pemprov NTB, tetapi bagaikan air di daun talas. 


Program pembangunan ala Sasak-Samawa bagi NTB adalah yang memupuk Nasib Tetangga Bali, Nasib Tergantung Bali. Apa buktinya? Lihat KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Kuta Mandalika, dikuasai Bali Khan? Lihat Pendakian Gunung Rinjani, dikuasai orang Jawa Khan?.


Geopark dan Biospher Rinjani Lombok saja dipimpin oleh jaringan KKN (Kolusi Korupsi Nepotisme) trah Wakil Gubernur, dihandel orang Jawa ipar Wagub. Jangan-jangan Hadi Santoso itu orang Jawa yang diselundupkan untuk menipu strategi pembangunan NTB agar tidak maju-maju, namanya saja Hadi Santoso, mirip Darto Helm, kayaknya memiliki garis model karakter Majapahitisme, bangga dengan istilah dan duplikasi Jawa Bali, menistakan SDM lokal, mimpi dayasaing padahal minim bersaing, mental londo ireng, londo dou ndalu. 


Mereka kemaruk jabatan, mengejar posisi dengan aji mumpung, memasukkan diri dan rombongannya secara monopolistik, sok mengatur padahal merusak tatanan. 


Cocok dengan tipikal junjungan mereka yang buta tuli aspirasi masyarakat. Mana mampu pasangan Sasak-Samawa menempatkan SDM terbaik NTB sebagai pengambil kebijakan strategis Sektoral? Itu adalah jiwa asli mereka. Dalam politik, karakteristik mencerminkan ideologi, tipikal kepemimpinan mencerminkan kualitas kecerdasan. 


Percuma gelar dijadikan acuan, kalau doyan trio macan, percuma kuda liar kalau doyan kandang kambing. Mereka yang hendak merangkul Bima Dompu, tetapi kecele dengan euforia gombalistik, selalu salah mengambil sikap, selalu keliru memberikan solusi kepada Pemimpin Daerah. Mereka ini tipikal perfeksionis tetapi stressing ambiguitas. 


Coba tanyakan prestasi visi misi junjungan mereka, pasti jawabannya mirip BuzzerRP, bawaannya kecebong babi. Istilah Bima Dompu nya, mereka ini ibarat Jokiwawi, kecebong babi dilingkar kolam butek, sulit dikasih pencerahan karena sudah taklid buta, generasi ciptaan Nasakom baru yang kebetulan saja berlabel agamais padahal ragu ideologi nya, alias berideologi kedok terapan lain visi lain terapan".


Intelmedia pun menanyakan kepada Udin Bale Ite, disanalah obrolan kopi darat dari Tim Penyelaras didiskusikan. Apakah ada  tanggapan dari Tim Penyelaras tentang fenomena Geopark Rinjani dan Tambora yang sedang disoroti publik?.


"Percakapan para tokoh di Group SASAMBO itu cukuplah sebagai penyadar, pengingat, bahwa setiap Lembaga yang diisi dengan SDM jatah titipan, tanpa seleksi keahlian dan kejelasan visi misi, jelas akan memperparah keadaan, merusak tatanan yang ada, bahkan bisa menjadi boomerang.


Cukuplah KKN (Kolusi Korupsi Nepotisme) itu dikuburkan didasar selat Bali dan Alas, tidak usah dibangkitkan ibarat kuntilanak sundal bolong yang menipu para laki.


Kembali kepada visi bersama membangun NTB, dengan rajutan kebersamaan dalam SASAMBO, berikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi usul saran dan pendapat nya bagi kemaslahatan Provinsi NTB yang mereka cintai, tokoh selama Pulau Lombok tak kunjung kenyang dengan sapihan NTB, suatu saat nanti Pulau Sumbawa harus mandiri.


Jangan mau lagi Kekayaan Alam nya dirampok Tetangga Bali, para Samawa harusnya mulai bercermin lagi, bahwa dalamnya selat Alas tak bisa dianggap enteng sedangkan rawa kerbau moncong terasi".


Apa saja, pelajaran yang mestinya dipetik oleh rakyat asli Sasak Samawa Bima Dompu, demi melihat konstelasi seperti yang terjadi di Geopark dan Biospher Rinjani-Lombok, serta model pengelolaan organisasi Geopark dan Biospher Tambora Samota Pulau Sumbawa, dimana keduanya malah menistakan pelambang dua pasak bumi Pusar Nusantara di Kepulauan Sunda ini?.


Syaiful Faqih dari Genpro NTB memberikan tanggapan nya.
"Rakyat NTB jangan lagi memberikan toleransi dan kompromi lagi terhadap keturunan dinasti KKN (pendoyan Korupsi Newmont, Kolusi Jabatan, Nepotisme penguasaan hajat hidup orang banyak), cukuplah (13) tiga belas tahun lamanya.


Lanjut Syaiful, sejak 2008 NTB jalan ditempat, semuanya dikorupsi, semua program dan visi misi cuma bualan, bagus di mulut vampir dikulum, lugas di penyampaian minus di penerapan, sok atas nama ummat katanya tapi memeras ummat nyatanya, sok agamais padahal kolonialis.


"Rakyat jangan mau lagi dikudagerobakkan oleh sindikat antek-anteknya keturunan yang sok borjuis, bahkan menggolong-golongkan ummat dalam kasta, ada yang lalu ada yang lalang, ada yang tuan guru ada yang tulang bagu, seolah-olah mereka adalah trah terbaik padahal mereklah pembawa kualat kularat dan keparat, bahkan NTB ini menjadi Nasib Tergantung Bali karena keturunan mereka yang sok main cantik dengan keturunan kolonial," Ungkap Syaiful Faqih.


"Bahkan NTB ini menjadi Nasib Tetangga Bali karena keturunan mereka yang sok agamais padahal psikokronis. Kualat yang mereka bawa membuat NTB sulit maju, tidak usah tertipu lagi dengan keturunan brokenpsiko bermuka santun padahal pantun". Pungkasnya Syaiful Faqih. (Red/IMB/01)

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com