Tangerang Banten ~ INTELMEDIA.CO ~ LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) pada 18 mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun terhitung dari masa...
Tangerang ~ Intel Media Bima/intelmedia.co ~ Pada hari sabtu  (11 april 2021). menanggapi perihal laporan saudara Rio refan di polda metro jaya...
Bima ~ Intel Media Bima ~ Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, diundang oleh Presiden Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam Rapat Terbatas...
20 Februari 2021 | Dibaca: 390 Kali
Kabid Bappeda Provinsi NTB Kunjungi Wisata Pantai Lawata Kota Bima

Foto : Kabid Bappeda provinsi NTB

Kota Bima ~ Intel Media Bima ~  Mengunjungi Tempat Destinasi Wisata Pantai Lawata, Pada kesempatan tersebut awak Media, Mewawancarai Muslim kabid Bappeda, provinsi NTB, Menyampaikan tentang perkembangan,  Pemerintah kota Bima akan melakukan pengembangan destinasi wisata pantai lawata, seluas 340 hektar, Pengembangan destinasi wisata pantai lawata sudah di delimiasi dalam peta RPJB3K perda no 12 tahun 2017 seluas 340 Hektar.

 

Mengawali, Muslim menyebut, kegiatan-kegiatan ini sangat strategis mengingat  wilayah di kota Bima dan juga pada umumnya pulau Sumbawa, adalah laut. Namun disayangkan, laut di bagian pulau ini belum mampu menyumbang hingga. Provinsi NTB, khusus bagian dari perekonomian Kota Bima. Oleh karena itu, KKP akan terus fokus membangun dan memanfaatkan potensi ini. 

 

Menurut Dia, bahwa pihaknya telah mendorong kadis pariwisata untuk meminta walikota agar merubah surat dari permintaan reklamasi menjadi surat permintaan pengembangan destinasi wisata di teluk Bima areal pantai lawata dan sekitarnya, tidak usah minta reklamasi karena itu terlalu rumit, minta saja pengembangan destinasi wisata.


Kabid Bappeda menambah kan "dulu untuk mengajukan izin pengembangan harus lewat KSOP, sekarang areal seluas 350 hektar tidak perlu lewat KSOP, karena yang dipakai KSOP itu hanya PMK berupa surat kerja sama menteri perhubungan dan menteri dalam negri.


Muslim, mengapresiasi usaha Pemkot Bima dalam pengembangan destiwisata di kota Bima, "domain perizinan pengembangan wisata itu ada di provinsi, lalu seperti apa kondisi existi yang dikembangkan di kota Bima ini, dan menjadi referensi kami," ujarnya.


Terkait reklamasi masjid terapung dan reklamasi jalan sudah di alokasikan pada perda no 12 tahun 2017, dan saat ini DPRD kota Bima Akan membentuk pansus terkait rencana Pemkot bima untuk mereklamasi masjid terapung dan jalan.


Lanjutnya, ketika Wali Kota Bima Ada Niat Untuk masukkan Pengembangan Destinasi Wisata, maka seperti itu legalitasnya, sudah tertuang sebenarnya tinggal sekarang bagaimana Kota Bima meminta izin itu lewat mekanisme yang diatur dalam perizinan perusahaan seperti apa, Tentu saja dalam hal mendukung Program Prioritas Pembangunan Daerah (PPPD) juga mendukung lokasi-lokasi Kawasan Strategis untuk Pariwisata Nasional (KSPN).


"Dalam Dukungan kegiatan tetap mengedepankan kelestarian ekosistem, pengembangan wisata pantai lawata, yang dilakukan terintegrasi, mendukung kawasan-kawasan penyangga yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata Di Kota Bima, dan pada umumnya provinsi Nusa Tenggara Barat," tutur Kabid Bappeda provinsi NTB.


salah satunya melalui wisata Pantai Lawata yang dari tahun ke tahun menunjukan perkembangan. Meskipun demikian, ia menilai target pengelolaan seperti kunjungan wisatawan dan kelestarian lingkungan seringkali belum berjalan ideal beriringan.


Muslim menilai, kota Bima  memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Keindahannya pun mendunia. Akan tetapi, masih banyak hal yang harus dibenahi seperti hal atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Oleh karena itu, pengembangannya harus dilakukan secara terpadu antara stakeholder terkait. Termasuk kemudahan akses bagi para investor.


"Kita sudah menetapkan 340 Hektar kawasan konservasi laut dengan luas 1000 hektar Di berbagai sudut laut se-pulau Sumbawa, Saya melihat masih banyak ceruk atau peluang yang bisa kita manfaatkan di mana-mana. Dari beberapa titik ini, saya sangat yakin belum semuanya kita ketahui ekosistem secara detail," tuturnya.


Guna mencapai hal itu,  mengusulkan agar pemerintah membangun komunitas-komunitas kelautan dan perikanan, termasuk wisata-wisatawn, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan begitu, pemerintah akan lebih mudah untuk mengorganisir dan memberikan pengelolaan secara teknis.


"Wisata Pantai Lawata dan Kolo tak bisa hanya dilakukan oleh individu. Penting untuk membangun komunitas-komunitas untuk memudahkan pengorganisasian penyaluran KUR dan sebagainya. Mari kita bentuk komunitas-komunitas ini," cetusnya. 


Muslim mengharapkan kepada media untuk mensuport rencana Pemkot bima dalam pengembangan destinasi wisata di kota Bima.

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com