Intelmedia.co Dunia pengacara memang tidak pernah habis habisnya menelurkan kader kader terbaru dengan berbagai karakter. Banyak nama nama...
Intelmedia.co Pada hari selasa 16/8/2022 Komisi Pemilihan Umum mengumumkan beberapa partai yang lolos termasuk 16 partai yang di kembalikan...
Tangerang Banten ~ INTELMEDIA.CO ~ LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) pada 18 mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun terhitung dari masa...
16 Juni 2018 | Dibaca: 1028 Kali
KETUM KWRI SEBUT KASUS DUGAAN PEMBUNUHAN WARTAWAN DI KALSEL ADALAH CERMIN TAKUTNYA PEMERINTAH RI KEPADA PENGUSAHA MAFIA

Ketua umum KWRI

Intelmedia.co

Kasus yang mengakibatkan wartawan di kota baru kalimantan selatan bernama M yusuf meninggal dunia ini menuai kecaman dari berbagai organisasi wartawan

Intimidasi terhadap wartawan selalu terjadi di tengah kehidupan berbangsa dan negara

Wartawan selalu jadi korban intimidasi dan pembunuhan ketika mengangkat suatu kasus yang berkaitan dengan mafia serta pejabat tinggi 

Banyaknya kejadian ini mengundang perhatian khusus dari Ketua Umum komite wartawan reformasi indonesia atau yang biasa disingkat KWRI bernama M Firdaus Oiwobo SH

Firdaus menyayangkan banyaknya wartawan yang telah di kriminalisasi karna menaikan berita yang narasumbernya sudah jelas

Pemberitaan secara berimbang pun telah di laksanakan

Namun ada saja cara para pelaku kejahatan khususnya kejahatan ekonomi yang mengakibatkan kerugian negara hingga milyaran bahkan trilyunan rupiah

Menurut firdaus hal sperti ini tidak bisa di biarkan terus menerus

Mengingat sudah menghilangkan nyawa seseorang

"tidak ada alasan dari pihak manapun apalagi penyidik yang boleh beralasan bahwa kematian m yusuf adalah karna sakit

Sudah tau orang sakit kenapa di sidik,ini saja sudah melanggar KUHaP yang dituangkan dalam beberapa pasal 

Orang sakit mana bisa di periksa apalagi di tahan

Penyidik harusnya memeriksa terlebih dahulu kondisi orang yang akan di sidik nya

Maka dari itu jika orang yang masih dalam proses penyelidikan meninggal ditangan penyidik ini patut di curigai dan bisa saja penyidiknya dituntut"jelas firdaus

Kasus yang menimpa m yusuf menurut firdaus sudah bukan rahasia umum lagi

Ini sudah sering terjadi,namun pemerintah indonesia terkesan takut kepada pengusaha sekaligus mafia yang diduga menjajah ekonomi bangsa

"anak baru lahir saja tau gimana kelakuan oknum pengusaha mafia dibangsa ini

Ditambah lagi dewan pers yang seharusnya menjadi wadah pemersatu jurnalis saat ini bagaikan rumah hantu yang menakutkan

Sebenarnya dewan pers itu jemput bola jika ada media yang belum terdaftar di organisasi wartawan agar tidak muncul paradigma negative tentang dunia jurnalis

Kan anggarannya ada dari pemerintah,kenapa dewan pers sekarang ini seakan akan ongkang ongkang kaki tidak mau tau urusan media yang sudah menjamur diindonesia

Hal ini adalah pekerjaan rumah bagi dewan pers untuk membenahi kinerja nya agar tidak tumpang tindih dan terlihat provesional

Saya harap agar ketua dewan pers mau mendengarkan keluhan kaum kuli tinta saat ini

Dewan pers jangan membuat blok antara jurnalis yang sudah terdaftar di dewan pers atau yang belum

Dewan pers harus siap menjadi orang tua bagi para awak media

Kasus m yusuf ini adalah cermin untuk pemerintah Indonesia apakah berani mengangkat kasus ini hingga didapati kepastian hukum yang terang benderang

Supremasi hukum diindonesia wajib ditegakan dan dijalankan dengan seadil adilnya

Jika dewan pers tidak membantu proses penyelidikan terhadap kasus dugaan pembunuhan wartawan yang bernama m yusuf di kalsel ini

Maka sudah di pastikan bahwa dewan pers dan pemerintah Indonesia takut melawan kekejian pengusaha yang diduga mafia ekonomi dan penjajah ekonomi rakyat tersebut"pungkas firdaus

Firdaus pun siap membela TPF yaang di bentuk untuk mendalami kasus dugaan pembunuhan di kota baru kalimantan selatan yang menimpa wartawan m yusuf ini(red#syh)

 

 

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com