Intelmedia.co Dewan pimpinan pusat organisasi Peo Gibran sudah terbentuk dan saat ini sedang mempersiapkan deklarasi sambil menunggu terbitnya...
Intelmedia.co Jumat 21/3/2025 banyak Isyu miring tentang pendidikan Firdaus oiwobo yang berseliweran di media sosial,namun setelah team media...
Intelmedia.co pendaftaran seleksi ketua pemberantasan korupsi  atau kpk sudah di mulai, dan beberapa calon telah mendaftarkan diri...
23 Juni 2018 | Dibaca: 2377 Kali
KAPAL KM SINAR BANGUN
SALAH SATU GURU SEPIRITUAL MENYATAKAN BANGKAI KAPAL KM SINAR BANGUN BERADA DI DALAM GUA DI DASAR DANAU TOBA

Intelnedia.co SUMUT-KAB.SIMALUNGUN DANAU TOBA Sabtu,23 juni 2018 TIGARAS - Hari keenam pencarian korban KM Sinar Bangun, masyarakat dari Pematang Sidamanik membantu tim pencarian dengan melaksanakan ritual "Pangelekan" di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun.Ritual "Pangelekan" ini menggunakan kapal motor dari Basarnas di titik jatuhnya KM Sinar Bangun. Ritual yang dipimpin oleh seorang guru spritual ini diiringi musik Gondang Batak.

Saat melaju menuju lokasi jatuhnya kapal, musik gondang terus berbunyi. Ida Halanati Damanik, guru spritual dalam ritual tersebut duduk bersila di lantai atas kapal dengan sesaji seperti beras, telur, sirih, dan jeruk purut. Awalnya Ida membakar kemenyan sambil berdoa. Lalu, ia memeras jeruk purut. Ritual ini berlangsung selama 20 menit di tengah Danau Toba.

Ida menceritakan hasil komunikasi dengan penghuni Danau Toba atau yang ia sebut sebagai "Opung". Ida menyampaikan Opung penghuni Danau Toba marah dengan perilaku manusia terhadap Danau Toba. "Kalau saya tanya langsung ke opung, bahwa ini kotor. Kalau marah, tandanya angin kencang dan badai. Ada manusia yang membuang kotoran ke Danau Toba. Opung hanya menjawab kotor,"ujarnya dengan sedikit membentak. Ia juga mengatakan mayat korban saat ini tengah berada di dalam goa dengan 12 lapis. Ia menyampaikan gua tersebut berada di bawah delapan meter dasar danau. Ibu berambut ikal ini menyampaikan dalam dua hari lagi seluruh mayat dapat ditemukan. "Saya bilang, harus lepas.

Tapi pasti ketemu. Ini sebenarnya tampak, tapi tim SAR gak bisa melihat. Mayat ini akan ditemukan saat hari cerah. Kan dia ini ombak makanya ditarik. Paling lama dua hari. Tapi pasti ketemu. Ini tadi kita juga supaya jangan hujan,"tambahnya. Ida berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan hal yang serupa. "Pesan saya ketika di kapal jangan berisik, jangan buang sampah, jangan meludah, jangan menjerit-jerit, saya sudah minta maaf kepada opung,"tambahnya. Setelah melakukan ritual, seluruh peserta mengucapkan "Paulak Opung" atau Kembalikan Opung sebanyak tiga kali. Setelah Keturunan Marga Silau Raja melakukan ritual di perairan Danau Toba Simanindo, Gondang Batak Sahata Pematang Sidamanik Parmahan pun turut menggelar ritual "Pangelekan" (permohonan) di perairan Danau Toba Simalungun, Sabtu (23/6/2018). Ritual "Pangelekan" diiringi gendang Batak Toba, beras dalam "tandok", telur, sirih, dan uang berlangsung di titik jatuhnya kapal. Julianus Manik, Pimpinan Gondang Batak Sahata Pematang Sidamanik Parmahan mengungkapkan ritual ini berfungsi mempermudah tim SAR untuk menemukan 184 mayat yang masih dicari. "Ini dibuka gondang ini supaya mempermudahlah kalau terima yang kuasa dan yang tempat di sini. Agar mempermudah diangkat mayatnya," ujarnya sebelum berangkat ke tengah danau di Dermaga Tigaras, Kabupaten Simalungun. Julianus yang juga tengah mencari adik kandungnya Hotman Manim mengungkapkan pergelaran ritual ini juga permintaan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun.

Ada delapan personel musik "Gondang Pangelekan" yang akan turun dalam perjalanan. "Ini Gondang Pangelekan tidak sembarangan. Yang menjaga Danau Toba Nantinjo boru Malau. Memohon melalui namboru ini, supaya ada harapan kita dapat membantu. Melalui ritual dapat memberikan jalan. Ini anjuran dari Bupati Simalungun (JR Saragih),"ujarnya.

para pemain musik membawa berbagai alat musik seperti Gondang Batak, Sarune, Gong, dan dua buah botol. Personel Gondang Batak Sahata Pematang Sidamanik Parmahan mengiringi ritual dari lantai dua kapal. Dalam kapal juga turut seorang paranormal sebagai fasilitator. Pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6/2018) sudah memasuki hari keenam, Sabtu (23/6/2018). Namun baru tiga jasad korban yang ditemukan. Sebanyak 184 korban lainnya masih dalam pencarian. Begitu juga posisi bangkai KM Sinar Bangun yang diduga jadi tempat korban terperangkap masih misteri.

Intelmedia.co SUMUT - KAB.SIMALUNGUN (SMH)

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email : info@intelmedia.co