Tangerang Banten ~ INTELMEDIA.CO ~ LEMBAGA KOMUNITAS PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) pada 18 mei 2021 telah memasuki usia 6 tahun terhitung dari masa...
Tangerang ~ Intel Media Bima/intelmedia.co ~ Pada hari sabtu  (11 april 2021). menanggapi perihal laporan saudara Rio refan di polda metro jaya...
Bima ~ Intel Media Bima ~ Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE, diundang oleh Presiden Republik Indonesia untuk ambil bagian dalam Rapat Terbatas...
15 Januari 2022 | Dibaca: 255 Kali
SHANDY HUTAPEA.SH DIR.L-KPK PROV SUMUT ANGKAT BICARA
TERKAIT DUGAAN BANDAR NARKOBA TELAH SUAP PETUGAS PENEGAK HUKUM

Intelmedia.co SUMUT-MEDAN Sabtu,15/01/2022 Terkait pemberitaan yang beredar di beberapa media onlane mau pun cetak adanya salah satu pejabat Penegak Hukum di Kepolisian yang di duga menjabat Sebagai KAPOLRES menerima suap dari BANDAR Narkoba sebesar 300juta,terkait pemberitaan tersebut Shandy Hutapea.SH selaku salah satu aktivis Anti rasua provinsi sumatera Utara beliau juga menjabat sebagai Direktur salah satu Lembaga Anti rasua yaitu LEMBAGA KOMUNIKASI PENGAWAS KORUPSI (L-KPK) angkat bicara.

"Saya selaku DIR.L-KPK PROV SUMUT,sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi yang dimana Penegak Hukum yang seharusnya Menegakan Hukum yang benar malah bermain dengan hukum,saya meminta kepada bapak KAPOLDASU dan BAPAK KAPOLRI terkait permasalahan ini agar kiranya dapat bertindak tegas dan cepat,jika hal ini terbukti oknum tersebut harus di pecat dan juga harus menjalani hukuman yang sesuai dengan UUD yang berlaku agar hal ini dapat membuat efek jera bagi pelaku dan yang lainnya"ujar Shandy

Terkait pemberitaan tersebut tambahan dari KOMISIONER KOMPOLNAS (Komisi Kepolisian Nasional) Poengky Indarti juga angkat bicara.jika polisi yang terbukti terlibat agar segera dipecat dengan terlebih dulu dicopot dari jabatan untuk memudahkan proses pemeriksaan. "Kami berharap mereka yang diduga menerima suap dapat dicopot dari jabatannya untuk memudahkan pemeriksaan," ujar Poengky saat dihubungi, Jumat (14/1/2022).

Beliau juga menambahkan jika hal tersebut tidak terbukti nama baik oknum tersebut akan di pulihkan kembali,Poengky menyayangkan bahwa seharusnya semua aparat penegak hukum harus bersih dari suap. Namun, kata Poengky apabila para pejabat polisi di Polrestabes Medan tidak bersalah, maka nama mereka bakal dipulihkan.

"Sebagai aparat penegak hukum harus bersih dari suap. Apalagi jika terkait narkoba yang merupakan kejahatan serius di Indonesia," ungkap Poengky. "Jika nantinya tidak terbukti bersalah, nama baiknya akan dipulihkan," imbuhnya. Sebelumnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, pejabat kepolisian di Polrestabes Medan disebut menerima uang suap sebesar Rp 300 juta dari istri bandar narkoba. Uang itu diduga dibagi-bagikan ke Kasat Narkoba Polrestabes Medan sebesar Rp 150 juta, hingga Kanit Narkoba Polrestabes Medan Rp 40 juta. Bahkan, nama Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko juga terseret dalam persidangan. Kombes Riko disebut menggunakan sisa uang suap Rp 75 juta untuk membeli hadiah berupa motor. Motor itu diberikan kepada seorang Babinsa TNI.

Intelmedia.co SUMUT - MEDAN (SMH)

Alamat Redaksi
Jalan A. Damyati No.45, Kota Tangerang
Telp +6221 573729908
Email:intelmedia99@gmail.com